Listrik Padam Juga Warnai UNBK SMK Kota Malang

KOTA MALANG – Pelaksanaan UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) di SMKN 2 Malang sempat terganggu, Senin (25/3). Pasalnya, aliran listrik di sekolah tersebut mendadak padam pada pukul 15.05 WIB. Peristiwa itu terjadi di tengah keseriusan siswa mengerjakan soal UNBK yang berlangsung di sesi 3, sejak puku 14.00 WIB.

Akibatnya, seluruh komputer yang digunakan para siswa mati sehingga pelaksanaan UNBK terpaksa dihentikan sementara.

Waka Kurikulum SMKN 2 Malang, Sri Nawangsih, S. Pd mengatakan pemadaman itu berasal dari PLN. Meski demikian, pihaknya tetap selow lantaran sudah menyediakan dua buah genset.

“Sebelumnya antisipasi kita sudah siapkan dua buah. Satu milik sekolah, satu lagi nyewa. Ini langsung kita nyalakan,” ujarnya kepada radarmalang.id yang pada saat kejadian berada di lokasi.

Di sisi lain, para siswa tetap kondusif. Raut wajah yang sebelumnya tegang, mendadak lega seolah mendapatkan jatah istirahat. Hanya berselang 3 menit kemudian, aliran listrik pun menyala dan siswa kembali mengerjakan soal UNBK seperti semula.



“Meski sempat mati lampu, soal yang dikerjakan otomatis kesave (tersimpan). Selesainya juga nanti menyesuaikan,” tambah dia

Sejuh ini, kata Nawang pelaksanaan UNBK secara keseluruhan lancar dan aman. Total, ada 595 siswa yang turut serta. Sedang 8 diantara termasuk siswa inklusi. Terdiri dari satu tuna rungu, satu low vision, empat autis, dan dua tuna grahita.

“Untuk tuna rungu dia mengikuti UNBK dengan teman lainnya. Sedangkan sisanya ikut UNKP (Ujian Nasional Kertas dan Pensil) dengan pendamping yang kita sediakan,” pungkas dia

Nawang juga mengaku khusus untuk pelajar inklusi tidak ada masalah yang berarti khususnya dari segi pendampingan. “Yang sekarang lebih diwadahi ya daripada tahun sebelumnya. Di aplikasi Ujian Nasional sudah ada opsi+opso yang disediakan khusus untuk inkulis,” tutupnya.

Tak jauh berbeda, pelaksanaan di SMKN 3 Malang juga berjalan dengan baik. Meski tidak kebagian jatah pemadam listrik dari PLN, sekolah ini sudah menyiapkan genset terlebih dahulu untuk berjaga-jaga.

“Untuk jaga-jaga, kita sewa satu genset untuk empat hari Rp 16 juta, kami rasa itu sudah cukup ya,” tutur waka kurikulum SMKN 3 Malang, Tholiah.

Total ada 486 siswa yang turut serta dalam pelaksanaan UNBK di SMKN 3 Malang. Ujian yang diselenggarakan serentak ini akan dilaksanakan selama empat hari ke depan. Dengan jadwal mata pelajaran di hari pertama Bahasa Indonesia. Kemudian, Matematika, Bahasa Inggris dan Kejuruan.

Pewarta : Feni Yusnia
Foto : Feni Yusnia
Penyunting : Fia