Liputan Langsung Pertama Jawa Pos di Markas Baru Warriors Chase Center

JawaPos.com – Ini untuk kali pertama Jawa Pos berkesempatan meliput langsung di kandang baru Golden State Warriors, Chase Center. Gedung yang megah dan menganut teori people movement management sangat baik.

Gedung yang dibangun dengan biaya USD 1,4 miliar (Rp 19 triliun) tersebut memang merupakan pusat entertainment yang megah.

Salah satu keunggulannya yang paling masyhur adalah videotron jumbonya. Hingga ditabalkan sebagai yang terbesar di antara seluruh arena NBA saat ini.

Tapi sayang, musim ini Golden State Warriors sedang terpuruk. Sampai saat ini tim itu masih berada di posisi paling buncit wilayah barat dengan rekor 9-33. Dan kekalahan ke-33 tersebut mereka alami kemarin, saat menjamu tim kuat wilayah barat Denver Nuggets.

Warriors takluk 131-134 lewat overtime.

Kekalahan tim asuhan Steve Kerr itu sungguh menyakitkan. Sejak awal laga, Warriors selalu memimpin. Bahkan bertahan sampai kuarter keempat tersisa satu menit. Gap terbesar yang mampu diciptakan adalah 19 angka. Di babak kedua, D’Angelo Russell cs masih sempat memimpin 15 angka.

Namun, Nuggets sedikit demi sedikit mengikis ketertinggalan. Datang tanpa tiga starter, yakni Paul Millsap, Gary Harris, dan Jamal Murray, tidak membuat tim asuhan Michael Malone itu kehabisan amunisi. Barisan bench Nuggets bekerja maksimal.

Mereka berkontribusi 63 poin.

Dipimpin Malik Beasley yang mencetak 27 angka. Dua free throw pemain 23 tahun tersebut juga menjadi penentu kemenangan Nuggets di pengujung babak overtime.

”Kami gagal menyelesaikan ujungnya. Denver (Nuggets) tahun ini luar biasa. Mereka layak mendapat pujian setinggi-tingginya,” ucap Kerr seperti dilansir Associated Press.

Bintang Nuggets Nikola Jokic kemarin sempat frustrasi karena dijaga ketat pemain-pemain Warriors. Center dari Serbia yang berusia 24 tahun itu sampai mendapat technical foul di kuarter kedua karena mengamuk kepada wasit.

Dalam jumpa pers sebelum laga, Kerr mendapat pertanyaan tentang resep khusus menjaga Jokic. ”Distribusi bola (Nuggets, Red) berasal dari dia (Jokic, Red). Jadi, kalau bisa melumpuhkan jalur distribusi, kami bisa memimpin pertandingan,” ucapnya.