Lindungi Kesehatan Warga, Dinkes Kota Malang Gencarkan Perda Kawasan Tanpa Rokok

KOTA MALANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang terus mengupayakan berjalannya program-program pemerintah Kota Malang. Atas dasar pelaksaan peraturan pemerintah nomor 2 tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal, Dinkes Kota Malang bakal terus mengupayakan Peraturan Daerah (Perda) Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang disahkan pada bulan Januari 2018 lalu.

Husnul Muarif, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Malang ditemui pada acara Forum Perangkat Daerah / Lintas Perangkat Daerah dalam Rangka Penyusunan Rancangan Awal Rencana Strategis (Renstra) Dinas Kesehatan Kota Malang pada Senin, (19/11) menyampaikan mulai mensosialisasikan program ini kepada masyarakat.

“Jadi Perda KTR itu diundakkan pada tanggal 16 Januari 2018, berlakunya sejak diundakkan sekaligus dilaksanakan,” ungkap Husnul.

Namun, memang tahap awal ia mengakui harus ada sosialisasi kepada masyarakat. Masyarakat yang dimaksud Husnul termasuk semua perangkat OPD di Kota Malang. Juga, Kepala Sekolah PAUD, SD, SMP, SMA sampai akademisi dari perguruan tinggi hingga Lurah dan RT-RW dari 5 kecamatan yang ada di Kota Malang jadi sasaran sosialisasi.

Husnul menyebut membagi 2 kawasan KTR tersebut, yaitu kawasan yang harus 100 persen steril tanpa rokok dan yang kedua adalah boleh merokok namun harus menyediakan smoking area atau tempat untuk merokok.



“Usai sosialisasi diharapkan masyarakat sudah tahu bahwa di Kota Malang ada Perda nomor 2 tahun 2018 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR),” tutupnya.

Yang perlu digarisbawahi masyarakat adalah KTR ini bukan melarang masyarakat Kota Malang untuk merokok, namun hanya mengatur tempat tempat mana yang bisa digunakan untuk merokok.

“Yang harus menyediakan smoking area ya dari perusahaan,” ujarnya.

Ke depan, Husnul mengaku akan menyosialisasikan pada hotel maupun restoran yang ada di Kota Malang.

“Nanti semua retail, restaurant akan kita undang untuk sosialisasi,” imbuh dia.

Untuk teknisnya, pihaknya mengaku masih menunggu peraturan Wali Kota Malang yang mendukung teknis dan peraturan tempat KTR atau lokasi untuk smoking area.

“Itu nanti di Perwal (Peraturan Walikota), untuk petunjuk teknisnya di Perwal,” tutupnya.

Pewarta: Elfran Vido
Foto: Elfran Vido
Penyunting : Fia