limbah abu untuk jalan desa diprotes warga Sinergi Jawa Pos

Polisi turun tangan untuk mengecek kandungan limbah abu untuk jalan desa
(FOTO: NASIKHUDDIN/JAWA POS RADAR JOMBANG)

JOMBANG – Polemik warga Dusun Grudo, Desa Madipuro, Kecamatan Sumobito  bakal berbuntut panjang. Usai mendatangi lokasi pembuangan limbah abu aluminium yang diprotes warga, polisi segera akan memanggil pihak-pihak terkait.

”Kemarin anggota dari unit tipiter (tindak pidana tertentu) Polres sudah terjun ke lokasi, dalam waktu dekat segera kita lakukan pemanggilan pihak-pihak terkait,” beber Kasatreskrim Polres Jombang AKP Wahyu Norman Hidayat, kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin.
Saat ini pihaknya sudah mengantongi sejumlah bahan dan keterangan sejumlah waktu, selain itu juga petugas sudah mengambil sampel limbah abu aluminum. ”Nantinya kita akan lakukan uji laboratorium untuk mengetahui kandungan limbahnya, apakah benar masuk kategori limbah B3 atau bukan,” bebernya. Selain itu, beberapa pihak akan didatangkan untuk dimintai keterangan.

Terpisah, Sucipto, salah satu warga  menyebut hingga saat ini keberadaan limbah masih dibiarkan menumpuk dipermukaan jalan. Hanya, saja dibanding dengan hari-hari sebelumnya dampaknya mulai berkurang. ”Sekarang baunya mulai berkurang memang, sebab sudah dibelikan tanah urug,” bebernya.



Meski begitu, warga masih mempertanyakan terkait pelaksanaan pembangunan jalan yang disebutnya tidak sesuai dengan hasil kesepakatan. ”Harapannya warga, tumpukan karung limbah tersebut dibongkar kembali, sebab sesuai kesepakatan penggunaan karung limbah sebatas digunakan untuk pendamping jalan, bukan untuk keseluruhan permukaan jalan. Kalau seperti itu, anggaran DD nya digunakan untuk apa nanti,” pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan warga Dusun Grudo, Desa Madiopuro, Kecamatan Sumobito mengeluhkan keberadaan tumpukan karung berisi limbah aluminium di wilayahnya. Pasalnya, dampak keberadaan limbah yang diduga mengandung bahan beracun berbahaya (B3) tersebut sangat menggangu kenyamanan warga sekitar.

Selain mengeluhkan bau yang ditimbulkan, warga juga mengeluh sesak nafas, mual-mual serta pusing. Belakangan terungkap, ratusan karung limbah tersebut sengaja didatangkan pemerintah desa untuk pembangunan jalan pertanian warga. ”Penggunaan bahan limbah ini sudah atas persetujuan warga, semua sudah tanda waktu rapat di rumah pak kasun 2016 lalu,” beber Hadi Suwito, kades Madiopuro.

Dirinya menyebut, pembangunan jalan sepanjang kurang lebih 400 meter persegi ini dianggarkan dari dana desa 2017 sekitar Rp 80 juta, hanya karena anggaran dana desa tahap dua belum cair, pihaknya terpaksa menggunakan dana talangan. ”Kita anggarkan dari DD 2017, sekitar Rp 80 juta, tapi karena dananya belum turun, ini dananya kita talangi dulu, terbuka saja kita,” tandasnya.

Disinggung terkait pelaksanaan pembangunan jalan tidak sesuai dengan hasil rapat dengan warga, dirinya menampik. ”Tidak benar, jadi ini sudah melalui kesepakatan, berkasnya ada lengkap,” pungkasnya.

(jo/naz/mik/JPR)