limbah abu untuk jalan desa diprotes warga Sinergi Jawa Pos

Inilah penampakan limbah abu untuk jalan desa
(FOTO: NASIKHUDDIN/JAWA POS RADAR JOMBANG)

SEMENTARA, Hadi Suwito, Kades Madiopuro tak menampik jika dalam pelakasanan pembangunan jalan akses pertanian memanfaatkan limbah produksi aluminium. Dirinya menandaskan jika pembangunan jalan sudah melalui kesepakatan warga.

”Waktu itu ada rapat, kita tawarkan. Warga sepakat menggunakan bahan limbah untuk pembangunan jalan, musyawarah 2016 pelaksanaan 2017, anggaran DD 2017, padahal DD belum cair, terbuka aja kita talangi dulu,” bebernya, saat diwawancarai Jawa Pos Radar Jombang di lokasi.

Anehnya, dirinya menyebut terkait pembangunan jalan pertanian ini, pihaknya sudah menganggarkan dari DD sekitar Rp 80 juta lebih. ”Tapi sampai sekarang dananya masih menunggu, sebab pengajuannya dari anggaran DD tahap dua, seluruh desa danannya belum cair untuk tahap dua,” imbuhnya.
Pihaknya berharap, dengan adanya pelebaran jalan ini, masyarakat tidak lagi kesulitan mengankut hasil panen. ”Karenanya kita bangun jalan ini, panjangnya mencapai 400 meter, sebagian tanahnya hibah dari warga. Nantinya di masing-masing sisinya kita buatkan tembok penahan, biar kuat,” bebernya.

Disinggung terkait pelaksanaan pembangunan tidak sesuai hasil kesepakatan musyarawah dengan warga? Dirinya menampik. ”Tidak benar, ini sesuai hasil rapat, pelaksaan ini sesuai kesepakatan warga dusun Grudo, semua tanda tangan, ini kan yang tidak setuju hanya dua orang saja,” terangnya. Termasuk usulan menggunakan bahan limbah disebutnya berdasarkan usulan dari warga. ”Itu warga yang usul,” tegasnya.

Disinggung terkait protes warga yang mengeluhkan dampak keberadaan limbah menganggu kenyamanan warga (sesak nafas, mual-mual, pusing, Red) dirinya tak menampik. ”Kalau bau, memang benar, siapapun kalau hidungnya sehat, pasti bisa mencium baunya. Tapi desa tidak sengaja, sebenarnya pengurukan sudah berjalan sebulan lebih, tidak muncul bau, berhubung kemarin hujan, akhirnya timbul bau,” tandasnya.
Untuk menjawab keluhan warga, dirinya akan segera mendatangkan tanah urug untuk mengurangi dampak bau. ”Tadi saya sudah telepon untuk mendatangkan tanah urug, untuk menanggulangi baunya,” pungkasnya.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Jombang AKP Wahyu Norman Hidayat membenarkan terkait anggotanya yang turun ke lokasi. ”Benar setelah kita dapat informasi, kita langsung terjunkan anggota ke lokasi, kita sudah ambil keterangan warga, termasuk sejumlah data penting, kita akan dalami dulu, sebelum melangkah ke proses selanjutnya,” pungkas Norman.             

(jo/naz/mik/JPR)