Lima Ribu GTT Menanti Kejelasan Status

MALANG KABUPATEN – PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) Kabupaten Malang terus memperjuangkan nasib guru honorer dan guru tidak tetap (GTT). Saat ini, masih ada 778 guru honorer, dan 5000-an GTT yang menanti kejelasan status mereka.

Ketua PGRI Kabupaten Malang, Drs Dwi Sucipto SH MPd mengungkapkan bahwa, dari total guru honorer, saat ini ada 558 orang yang menunggu turunnya SK. Ke-558 orang itu telah mengikuti tes PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja) yang diadakan periode lalu.

“Kalau sudah keluar SK-nya, ini nanti tinggal 185-an (honorer K2),” tukas Sucipto, Selasa, (15/10).

Selain itu, masih ada 35 honorer K2 lainnya yang gagal mengikuti pendaftaran online. “Sekarang PGRI memperjuangkan agar 35 orang ini datanya bisa diintegrasikan dengan Data Pokok Kependidikan (Dapodik),” tambahnya.

Bila urusan honorer tinggal sedikit, lain halnya dengan GTT. “Di Kabupaten Malang jumlahnya sampai 5000an,” kata Sucipto.

PGRI, kata Sucipto menuntut pemerintah untuk segera memberikan payung hukum yang jelas bagi K2 maupun GTT. Tidak hanya di Kabupaten Malang, tapi juga di Indonesia.

Pewarta: Elfran Vido
Foto: Elfran Vido
Editor: Indra M