Lima Dipinjam, Satu Lampu Depan Pecah Sinergi Jawa Pos

Pantauan Koran ini di lapangan, puluhan kendaraan roda dua tersebut di parkir di lobi Sekretariat DPRD. Ada dua jenis kendaraan, yakni motor matik  dan motor sport dengan merek yang sama. Jika dilihat dari tampilan fisik, mayoritas bekas tunggangan wakil rakyat ini kondisi baik. Hanya memang ada sebagian komponen atau bodi motor tak lagi mulus. Misal spion tidak lengkap serta goresan-goresan kecil pada bagian body. Selain itu, juga ada satu pecahan kecil pada lampu depan di sebuah kendaraan jenis matik tersebut.

Sekretariat Dewan Abu Mansur mengatakan, saat ini masih dalam proses serah terima dari secretariat dewan ke bagian aset daerah. Direncanakan senin depan, serah terima inventaris tersebut dilakukan. Diakuinya saat ini ada lima unit kendaraan berstatus dipinjam-pakaikan sementara ke salah satu dinas. Berikutnya, serah terima dengan bagian aset, dokumen pinjam pakai tersebut akan menyesuaikan alias diperbaiki kembali. “ Itu karena mendesak untuk kebutuhan lapangan,” katanya, kemarin(7/9).

Abu mengungkapkan, tidak semua anggota dewan memiliki inventaris tersebut. Total inventaris roda dua yang digunakan oleh anggota 37 unit. Rencananya, kendaraan tersebut tidak semua dikembalikan, ada beberapa yang akan dipertahankan. Mengingat ada beberapa staf di setwan yang belum memiliki inventaris untuk menunjang kegiatannya.

Sedangkan 10 unit mobil bekas kendaraan operasional dewan saat ini masih menunggu ketentuan lain mengenai pemanfaatkan mobil tersebut. Untuk itu, Senin (11/9) pihaknya akan ke provinsi untuk membahas hal tersebut. “Kami masih menunggu petunjuk lanjutan dari pemprov mengenai pemanfaatan mobil itu,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Said Maksum mengatakan, pejabat struktural di pemkab sejak penataaan kelembagaan yang baru masih banyak belum memiliki inventaris kendaraan (sepada motor,red). Untuk itu, aset berupa kendaraan tersebut akan dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan kendaraan di dinas. “ Khususnya untuk pejabat yang belum memiliki inventaris kendaraan roda dua,” katanya.

Diakui dia saat ini serah terima sekretariat dewan dan bagian aset belum dilakukan. Sehingga pihaknya juga belum tahu secara detail berapa jumlah kendaraan yang akan diserah terimakan  tersbeut. Meski begitu, telah ada rencana baru mengenai pemanfaatan puluhan kendaraan dinas tersebut. Utamanya untuk inventaris bagi pejabat eselon IV.

Said menambahkan,  perlakuan sama juga berlaku bagi kendaraan roda empat yang dulu digunakan oleh kalangan dewan selama menjalakan tugas. Apalagi kendaraan operasional dinas sebagian sudah layak untuk diganti lantaran rusak. “ Kendaraan kepala dinas yang sudah rusak juga ada, jika memungkinan untuk itu (kendaraan kepala dinas,red),” jelas dia. (*)

(rt/muh/dre/JPR)