Lima Atlet Asian Games Disambut bak Pahlawan

KOTA BATU – Sambutan meriah ditunjukkan masyarakat kepada lima atlet paralayang asal Kota Batu yang berjaya di ajang Asian Games, kemarin (31/8). Mereka dielu-elukan layaknya pahlawan setelah berhasil menyumbang enam medali bagi Indonesia di ajang bergengsi tersebut.

Lima atlet paralayang asal Batu yang diarak sejak turun dari Bandara Abdulrachman Saleh tersebut adalah Jafro Megawanto, Joni Efendi, Roni Pratama, Rika Wijayanti, dan Ike Ayu Wulandari. Bersama mereka, ada tiga atlet dari daerah lain yang turut menyumbang 2 medali emas, 1 perak, dan 3 perunggu di event olahraga multicabang tersebut.

Prestasi yang ditorehkan para atlet ini turut mengerek prestasi yang diraih Indonesia. Tidak heran jika penyambutan kepulangan mereka begitu meriah. Termasuk Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko, Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso, Ketua DPRD Kota Batu Cahyo Edi Purnomo, dan sejumlah pejabat lainnya juga bersemangat menyambut mereka saat tiba di Jawa Timur Park 3.

Dengan mengendarai mobil jip Willys, mereka diarak keliling Kota Batu. Arak-arakan melintasi rute Jalan Ir Soekarno, Jalan Dewi Sartika, Jalan Agus Salim, melewati Alun-Alun Kota Batu, serta menyusuri Jalan Gajah Mada. Rombongan lantas melewati Jalan Suropati, Jalan Trunojoyo, sampai Songgoriti dan finis di Balai Kota Among Tani.

Warga dan para pelajar pun memadati jalan sambil membawa bendera Merah Putih. Begitu tiba di Among Tani, sambutan tak kalah meriah. Berbagai pertunjukan kesenian daerah, mulai tari sampai reog Ponorogo dipentaskan. Sambutan ditutup dengan jamuan bersama para orang tua atlet.

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko menyatakan, sambutan meriah tersebut adalah bentuk apresiasi terhadap atlet berprestasi. ”Ahamdulillah, kami bisa menjemput pemenang medali emas di cabang paralayang, Jafro dan kawan kawan,” kata dia. Bagi Dewanti, sambutan ini tidak hanya tentang kebanggaan serta euforia semata. ”Namun dengan ini, kami ingin memberikan motivasi dan spirit kepada seluruh anak-anak dan pemuda di Kota Batu,” ungkapnya. Para atlet paralayang ini telah membuktikan potensi atlet dari Kota Batu tidak kalah dibandingkan dengan anak-anak dari kota besar lainnya.

Dewanti menyatakan, kelima atlet kebanggaan Kota Batu ini awalnya hanya anak-anak pelipat parasut. Karena rasa ingin tahu, semangat belajar, kerja keras, serta pantang menyerah bisa mengantarkan mereka menjadi seorang atlet yang hebat. ”Itu proses luar biasa, spirit ini yang akan saya bangun untuk anak-anak di Kota Batu,” kata istri Eddy Rumpoko itu.

Tentang bonus bagi lima atlet paralayang tersebut, Dewanti menyatakan sudah disiapkan. ”Nanti bonusnya surprise, dari KONI sudah disiapkan,” kata dia. Hanya saja dia enggan menyebutkannya. Selain bonus, Dewanti ingin masa depan atlet tersebut juga terjamin. Di antaranya dengan memberikan peluang untuk bisa masuk pegawai negeri sipil (PNS). ”Nanti akan kami carikan info, kalau bisa nanti bantu fasilitasi itu. PNS itu di mana, apakah di Kota Batu, kementerian atau di pusat,” pungkas Dewanti.

Sementara itu, saat diminta memberi sambutan, Jafro mengaku sangat bersyukur bisa membawa nama harum bangsa dan Kota Batu. ”Terima kasih dukungan dan doa dari semua masyarakat Kota Batu yang telah mendukung kami di Asian Games 2018,” kata dia.

Dia lantas menceritakan saat perlombaan beberapa waktu lalu, yang dia lakukan adalah berusaha fokus dan tak terbebani. ”Saya rasakan saat melayang berusaha serileks mungkin agar bisa fokus,” kata dia.

 

Pewarta: Aris Dwi
Penyunting: Ahmad Yani
Foto: Rubianto