Liga 1 2018: Persela Permalukan PSM di Makassar

Liga 1 2018: Persela Permalukan PSM di Makassar - JPNN.COM

RADAR MALANG ONLINE, MAKASSAR – Persela Lamongan membuat kejutan dalam laga lanjutan Liga 1 2018. Mereka mencuri kemenangan di kandang PSM, Stadion Andi Mattalatta, Makassar, Jumat (6/4) malam dengan skor tipis 3-2.

Persela yang tak diunggulkan ternyata mampu tampil menggebrak di laga ini. Strategi jitu pelatih tim berjuluk Laskar Joko Tingkir itu, Aji Santoso, cukup mempuni untuk menekan dan mengurung pemain-pemain tuan rumah.

Sontak, pemain PSM terkejut dan kerap salah mengantisipasi pergerakan pemain Persela. Baru masuk menit ke-7, aksi pemain asing Persela Diego Assis mengirimkan bola umpan crossing ke Loris Arnaud yang tak dijaga kemudian langsung melepaskan umpan lambung yang mampu disundul dengan baik oleh Loris Arnaud.

Tertinggal 0-1, PSM tampil lebih menggila. Mereka melakukan serangan yang sporadis ke gawang tim tamu. Tapi, upaya mereka selalu kandas saat masuk seperempat daerah pertahanan lawan. Bola selalu mampu disapu ataupun diintercept oleh para penggawa tim asal Lamongan itu.



Persela yang mengandalkan serangan balik mampu mengejutkan puluhan ribu pendukung PSM yang datang ke Stadion. Lagi-lagi kreator serangan adalah Diego Assis. Dia mampu mengirimkan bola ke Shohei Matsunaga yang tak terjaga.

Setelah melakukan dribling, pemain asing Persela asal Jepang itu melepaskan sepakan tajam kaki kiri ke tiang jauh yang tak bisa diantisipasi kiper PSM, Rivky Mokodompit. Skor pun berubah menjadi 2-0 untuk tim tamu pada menit ke-26.

Persela tampak semakin tenang mengantisipasi serangan dari PSM. Sampai akhirnya, pada masa injury time babak pertama, pemain Persela melakukan pelanggaran di dekat kotak pinalti. Gelandang PSM Marc Klok mengambil tendangan. Antisipasi buruk dari kiper Dwi Kuswanto membuat bola langsung meluncur ke gawang dan mengubah skor 2-1 yang bertahan sampai turun minum.

Pada babak kedua, PSM yang tak mau malu di hadapan suporternya melakukan perubahan. Ferdinand Sinaga masuk menggantikan Guy Junior. Perubahan ini cukup efektif karena Ferdinand mampu membuat serangan PSM lebih hidup.