Liburan Dalam Negeri, Serasa di Luar Negeri

KOTA BATU – Berlibur bareng keluarga ke luar negeri tentu menjadi pengalaman yang seru. Namun, karena keterbatasan dana, banyak orang yang belum merasakan sensasi liburan ke luar negeri. Peluang itulah yang ditangkap Jawa Timur Park  3 dengan membuat wahana ikon dari berbagai negara. Seperti yang ada di The Legend Star, Jawa Timur Park (JTP) 3. Di wahana ini, terdapat berbagai replika bangunan terkenal dari banyak negara. Seperti Kota Amsterdam di Belanda, Istana Cina di Forbidden City, Istana Changdeok di Korea Selatan, Majapahit zaman dulu, dan Diagon Alley yang ada di film Harry Potter.

Operational Manager The Legend Star JTP 3 Tossy Kusbianto menyatakan, konsep destinasi wisata alternatif tersebut memang mengadopsi berbagai ikon dan arsitektur yang ada di luar negeri. Seperti Istana Chandeok. ”Kami terinspirasi K-Pop, sekarang ini budaya Korea cukup disenangi, sehingga kami masukkan nuansa budaya itu ke sini,” ungkapnya. Dari besarnya bangunan yang dibuat, Tossy melanjutkan, memang jauh berbeda. Hanya saja, untuk arsitektur dan landscape dibuat mirip seperti negeri aslinya.

Spot yang bernuansa Korea Selatan itu selama ini juga tidak pernah sepi. ”Justu salah satu yang teramai ya di sana,” ujarnya. Apalagi, Tossy melanjutkan, panitia juga menyiapkan busana tradisional khas Korea bagi para pengunjung yang ingin mengenakannya. Bahkan untuk menguatkan kesan tentang Negeri Korea, busana tersebut dipesan dari negaranya langsung. ”Kami pesan baju itu impor dari Korea langsung. Itu cukup mahal, kainnya berbeda dengan yang di sini. Satu pakaian tradisional itu harganya antara Rp 15 juta–Rp 20 juta,” terang dia. Untuk baju, dia menjelaskan, disewakan Rp 50 ribu untuk 20 menit dan bisa digunakan untuk foto-foto.

Marketing and Public Relation Manager Jawa Timur Park Group Titik S Ariyanto menambahkan, spot-spot yang dihadirkan  sengaja dibuat agar wisatawan merasakan atmosfer negara yang ingin dikunjungi. ”Daripada jauh-jauh ke luar negeri, wisatawan cukup ke sini saja sudah ada,” ungkapnya. Semua spot, dia melanjutkan, dibuat semirip mungkin dengan aslinya. Malah, bisa pindah dari spot negara satu ke negara lainnya.

Pewarta: Aris Dwi
Copy Editor: Amalia
Penyunting: Ahmad Yani
Foto: Rubianto