Lewat Uniscon, Unikama Ajak Siswa Ubah Mindset Pelajaran Sains

Kaprodi Pendidikan Fisika Akhmad Jufriadi, SSi., MSi saat membuka Uniscon.

 

KOTA MALANG – Bagi banyak siswa, sains, terutama fisika dianggap sebagai momok menakutkan. Anggapan itu coba diubah oleh Unikama (Universitas Kanjuruhan Malang).

Yakni melalui kegiatan bertajuk UNISCON (Unikama Scientech Celebration) yang digelar HMPS PF (Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika). UNISCON merupakan olimpiade berbasis game yang diikuti oleh Siswa SMP/MTs dan SMA/K sederajat se Kota Malang.

Margareta Samung, ketua pelaksana UNISCON mengungkap kegiatan ini bertujuan untuk mengubah mindset para siswa akan sistem pembelajaran science.

“Selama ini pembelajaran science di kelas hanya sekedar itu-itu saja, guru menjelaskan siswa mencatat dan mengerjakan soal. Science itu memang sulit tetapi kalau dipelajari dengan cara yang menyenangkan akan sangat mudah difahami sebenarnya,” ungkapnya, Sabtu, (7/12).

Dalam acara yang dihelat dua hari sejak Jumat (6/12) para siswa akan diberikan soal-soal sesuai dengan yang sudah ditentukan.

“Untuk olimpiade mereka akan duduk di atas matras dan menjawab soal-soal yang ada di LCD secara serentak. Kita memberikan 3 kesempatan untuk jawaban yang salah, jika sudah melewati 3 kesempatan maka mereka akan gugur. Hal ini terus berulang sampai soal yang diberikan habis,” papar dia.

Acara inisisasi HMPS PF dengan mengajak para siswa belajar science dengan cara yang berbeda dapat apresiasi daei Dekan FST (Fakultas Sains dan Teknologi), Dr I Ketut Suastika MPd.

“Saya rasa ini bagus. Selain mengajak para siswa belajar dengan cara yang menyenangkan mereka juga akan tahu tentang pembelajaran di Unikama, karena belajar itu tidak harus selalu di dalam kelas. Belajar juga bisa dengan cara bermain game,” ujarnya.

Kaprodi Pendidikan Fisika Akhmad Jufriadi, S.Si., M.Si menerangkan bahwa ini merupakan kegiatan tahunan, setiap tahun kegiatan ini semakin meningkat pesertanya.

“HMPS PF memiliki beberapa kegiatan dalam UNISCON salah satunya Olimpiade ini. Dari tahun kemarin, pesertanya semakin meningkat. Harapan saya kedepannya tidak hanya tingkat SMP/MTs dan SMA/K saja tetapi kami juga bisa mengadakan olimpiade tingkat Nasional yang bisa diikuti mahasiswa dari Perguruan Tinggi se Indonesia,” tuturnya.

Pewarta: Elfran Vido
Foto: Unikama

Editor : Indra M