Lewat Puisi, Minta Mahasiswa Belajar dari Andalusia

Ternyata semua diam. Menggelengkan kepala. Mereka tak menemukanmu. Negerawan telah mati.

MALANG KOTA – Ternyata semua diam. Menggelengkan kepala. Mereka tak menemukanmu. Negerawan telah mati.

Bait demi bait puisi tersebut dibacakan dengan lantang oleh Akhmad Muwafik Saleh kemarin (8/1) di Aula KH Moh Said, Universitas Raden Rahmat (Unira), Malang. Puisi tersebut merupakan satu dari puluhan puisi dalam buku Negeri yang Tercabik yang diluncurkan kemarin. Buku puisi karya Muwafik ini ditulis berdasarkan perenungan panjang tentang situasi di Indonesia dan Andalusia atau Spanyol.

Tentang pelajaran dari Andalusia, Muwafik bisa menulis bukan karena membaca literatur, tapi karena pada November 2017 lalu dia mengunjungi negeri matador itu. ”Saya berharap semua bisa belajar dari kejayaan dan kehancuran Andalusia. Di sana umat Islam pernah berkuasa kurang lebih 800 tahun,” kata pria yang kini menjabat sebagai Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB) ini.

Salah satu pelajaran yang bisa diambil dari Andalusia adalah persatuan dan kesatuan akan mengantarkan umat Islam pada kejayaan. ”Namun jika terpecah, bertikai, dan berselingkuh dengan musuh, maka kehancuran tinggal menunggu waktu,” imbuh pria yang juga menulis buku Belajar dari Hati Nurani ini.

Menurut dia, apa yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini sungguh mengkhawatirkan. Umat Islam terpecah belah. Padahal, Indonesia adalah negara dengan umat muslim terbesar di dunia. ”Saya kira, kita harus belajar dari Andalusia,” imbuhnya.

Hadir dalam launching buku tersebut sekitar 80 mahasiswa Unira. Bagi yang membeli buku, mahasiswa berhak mendapatkan tanda tangan penulisnya. Acara kemarin didukung oleh Arti Desain Company dan penerbit buku Kota Tua.

Penyunting : Irham Thoriq
Copy Editor : Arief Rohman
Foto :irham Thoriq