Lewat Ojir, Pemkot Malang Tawarkan Pinjaman Tanpa Bunga, Mau?

KOTA MALANG – Syarat mudah dan pencairan cepat, membuat bank titil atau rentenir digemari masyarakat yang butuh pinjaman uang. Padahal, bunganya bisa mencekik.

Untuk mengatasi hal itu, Pemkot Malang menggagas program Ojir (Ojo Percoyo Karo Rentenir). Untuk melaksanakan program ini, Pemkot Malang menggandeng Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Tugu Artha Sejahtera dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

“Nantinya masyarakat bisa meminjam uang di BPR tanpa bunga dan tanpa agunan. Untuk biaya materai, kertas, serta listrik 6 persen, menjadi tugas Baznas untuk membantu,” kata Wali Kota Malang Sutiaji dalam diskusi di kantor Jawa Pos Radar Malang, Kamis (5/12).

Ketua Baznas Kota Malang, H Sapardi mengatakan siap menanggung biaya yang timbul dari pinjaman debitur sebesar 6 persen. Sebab, orang yang terjerat hutang termasuk dalam dhuafa dan fakir miskin.

“Baznas akan memberi bantuan dana penyertaan, tapi untuk para dhuafa yang terjerat bank titil buat modal usahanya. Bukan untuk segi konsumtif ya, jadi memang harus dilihat apakah orang yang diberi pinjaman benar-benar untuk kepentingan mencari nafkah,” tegasnya

Kenapa harus uang? Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang Sugiarto Kasmuri menjelaskan bahwa permasalahan terjerat hutang di bank titil tak sesederhana yang dibayangkan.

“Pedagang misalnya dia punya warung tapi hutangnya Rp 7 juta. Sehari penghasilan bersih Rp 500 ribu lah katakan, itu sudah habis, kan kasihan. Maka kita tuntaskan dulu hutangnya baru kita bantu dari sisi permodalan,” bebernya.

Pewarta: Rida Ayu
Foto: Rida Ayu
Editor : Indra M