Lewat Mural, Denim Jadi Ikon Malang

MALANG KOTA – Beginilah cara Denim Gallery mengangkat nama Malang ke kancah nasional. Yakni, lewat lomba seni mural bertema alam. Salah satu misi lomba ini yaitu menegaskan jika untuk urusan produski pakaian berbahan denim, Malang juga tak kalah berkualitas dari Bandung.

Dalam lomba ini, Denim Gallery Malang menunjuk Sadikin Pard sebagai juri. Seniman lukis penyandang difabel tersebut juga melukis topeng yang menjadi ikon Malang di atas jaket denim. Ada 100 peserta dalam lomba seni mural ini.

Yeni Subekti, manajer operasional Denim Gallery, mengatakan bahwa selain menjadikan lomba seni mural ini sebagai wadah para seniman, dia juga berharap nama denim Malangan dapat terangkat. Sebab, selama ini yang menjadi ikon Kota Malang hanya pariwisata, topeng, dan batik saja.

Jadi, dia yang mewakili Denim Gallery, berharap agar denim juga dapat dikenal sebagai produk terbaik Kota Malang. ”Jika disejajarkan, saya berani berkata bahwa kualitas denim kami tidak kalah dari kota lain,” ungkapnya.

Dia menuturkan bahwa lomba seni mural ini merupakan sebuah rangkaian acara dengan Lomba Lukis Denim sebagai finalnya. Jadi, perlombaan dengan nama Lomba Mural Asix tersebut merupakan pembuka dari acara utama, lomba lukis denim yang akan diadakan pada Oktober mendatang.

Selain lomba mural, acara yang digelar pada Minggu (8/9) tersebut juga mengadakan lomba mewarnai di tingkat TK-SD se-Malang Raya. ”Untuk peserta, ada sekitar 100 anak yang ikut,” ungkap Yeni.

Yeni juga menerangkan, perlombaan seni mural tersebut awalnya direncanakan untuk warga Malang Raya. Namun, tak hanya warga Malang saja yang menyambut baik perlombaan tersebut, tapi warga di luar Malang pun juga antusias.

Ada 18 peserta dari Sidoarjo, Bangil, dan Magelang. ”Ini di luar ekspektasi kami, selain karya mereka yang luar biasa bagus, pesertanya juga dari luar kota,” ungkap Yeni.

Dia menambahkan, dengan adanya lomba mural ini dapat menjadi personal branding dari masing-masing seniman. Sebab, pengunjung yang datang pasti akan melihat karya seniman yang ada di dinding Denim Gallery.

Nama mereka pun juga kian dikenal. Yeni juga menjelaskan bahwa karya peserta lomba mural dapat dipastikan orisinal. Sebab sebelum perlombaan, mereka diwajibkan mengumpulkan dua contoh karya desain.

Kemudian contoh karya tersebut diseleksi dan dipilih salah satu untuk dilukis di tembok Denim Gallery. ”Sebelum hari H pelaksanaan, mereka sudah mengumpulkan dua contoh karya, nanti kami yang memilih mana yang akan dilukis,” jelas Yeni.

Pewarta : Eri
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Abdul Muntholib