Lewat Disertasi, Kandidat Bupati Malang Ini Angkat Soal Perempuan dan Koperasi

KOTA MALANG – Selain sebagai politisi, Dra Sri Untari Bisowarno MAP juga dikenal sebagai tokoh perempuan dan koperasi. Karena itu, tak heran bila disertasinya untuk Program Doktor Ilmu Administrasi FIA UB tak jauh jauh dari hal tersebut.

Politisi PDIP yang digadang gadang bakal maju pada Pilbup Malang 2020 itu mengangkat disertasi berjudul Pemberdayaan Perempuan Dalam Perspektif Modal Sosial (Studi Tentang Pemberdayaan Perempuan melalui Kegiatan Perkoperasian di Koperasi Setia Budi Wanita Kota Malang).

“Kenapa saya memilih koperasi itu? Karena di dalam koperasi itu penuh dengan kegiatan pemberdayaan kepada anggotanya yang 98 persen itu perempuan,” ujarnya usai melakoni ujian di gedung C FIA UB, Jumat (6/12).

Dijelaskannya, dalam koperasi tersebut ada kegiatan simpan-pinjam untuk uang belanja. Juga ada pemberdayaam sentra kuliner dengan adanya warung. Serta pengadaan tanah dan sebagainya. Uang itu dikatakannya sepenuhnya dari dana koperasi.

“Saya punya mimpi perempuan berdaya dan mandiri, bisa berada dalam posisi mengambil keputusan dan dan mampu menopang ekonomi keluarganya,” tambah dia.

Rencananya, disertasinya ini akan dibukukan agar menjadi referensi bagi pemerintahan. Apalagi Januari 2020 dikatakannya keputusan kandidat PDI Perjuangan untuk Pilbup bakal keluar. Jika terpilih, ia berencana membangun perekonomian masyarakat dapat mandiri.

“Ya jika terpilih (jadi kandidat), fokusnya adalah membangun masyarakat salah satunya adalah melalui koperasi ada modal lain di situ misalnya ada BUMDES. Fungsinya adalah untuk membangun partisipasi rakyat,” tegasnya.

Sementara Dekan FIA UB, Prof. Dr. Bambang Supriyono, MS selaku penguji mengatakan bahwa selama ini penelitian sangat jarang yang mengangkat fungsi koperasi. Menurutnya menarik jika koperasi menjadi bahan kajian administrasi publik apalagi dari sisi pemberdayaan perempuan.

“Dari disertasi ini, ternyata pemberdayaan koperasi khususnya koperasi setia Budi wanita itu bisa dilihat dari beberapa dimensi,” sambung dia.

Ia merinci dalam disertasi Sri Untari ada 3 dimensi yang dapat ia simpulkan dari fungsi koperasi. Pertama dari dimensi ekonomi bahwa dinamakan berdaya kalau seluruh anggotanya itu meningkat kesejahteraannya.

Dari dimensi sosial bahwa pemberdayaan koperasi akan berdimensi sosial kalau antar anggota itu memiliki solidaritas yang kuat itu yang menempatkan dimensi sosial dari sistem tanggung renteng.

“Selanjutnya pemberdayaan dari dimensi budaya ternyata kemandirian dari anggota koperasi ini namun tidak meninggalkan keluarganya,” imbuhnya.

Di ujian ini ia membeberkan bahwa ujian kali ini mengahdirkan sekretaris koperasi UMKM RI, juga ada ahli pemberdayaan dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Pewarta: Rida Ayu
Foto: Rida Ayu
Editor :Indra M