Lewat Buku Pop-up, Stres Asuh Anak pun Turun

Ini bisa menjadi alternatif bagi orang tua yang punya anak ”susah diatur”, terutama bagi orang tua yang punya anak berkebutuhan khusus (ABK). Karena selain harganya relatif murah, juga relatif mudah cara menerapkannya.

Empat gadis berhijab tampak sibuk menata beberapa kertas di salah satu stan Gelar Karya Mahasiswa Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di aula GKB 4 Lantai 9 kemarin (2/1).

Ada yang sibuk menata beberapa kertas di meja, ada pula yang menata beberapa buku seperti modul pembelajaran pada stan event bertema ”Mahasiswa Psikologi UMM: Bernalar Kreatif, Inovatif, dan Aplikatif” itu.

Mereka adalah Shofi Firdaus, Lathifa Fildzah, Afifah Komariyah, dan Febriana Trias Rahmawati. Keempatnya membuat Resolving Parenting Stress (mengatasi stres pengasuhan anak) bagi orang tua. ”Mengasuh anak itu ada ilmunya, kalau enggak ya bisa stres orang tuanya, terutama untuk anak berkebutuhan khusus (ABK),” kata ketua kelompok Shofi Firdaus kepada Jawa Pos Radar Malang kemarin.

Gadis berusia 22 tahun ini bercerita bahwa ide tersebut muncul saat mengikuti mata kuliah aplikasi psikologi dalam sekolah. Karena dalam mata kuliah ini harus melakukan penelitian di lapangan.



Tepatnya melakukan penelitian sekaligus pengabdian kepada masyarakat di SLB Putra Jaya Kota Malang. ”Mulai Oktober–November penelitiannya. Hasilnya sekitar 40 persen mengalami penurunan tingkat stres yang dialami orang tua,” ungkap gadis kelahiran Kabupaten Ponorogo, 18 November 1996, ini.

SLB dipilih sebagai tempat penelitian karena para orang tua siswanya punya ”tantangan” lebih. Dibandingkan dengan orang tua di sekolah umum.

Jadi, tingkat stres (tekanan) bagi orang tua relatif lebih tinggi. ”ABK itu istimewa. Jadi, harus dengan cara ’istimewa’ untuk mendidiknya,” terangnya.

Cara menggunakan juga relatif mudah. Sebab, Resolving Parenting Stress itu diwujudkan dalam bentuk buku seperti pop-up. Perlu diketahui, buku pop-up merupakan sebuah kartu atau buku yang ketika dibuka bisa menampilkan bentuk 3 dimensi atau timbul. Karena di dalamnya juga sudah ada petunjuk atau langkah-langkah. ”Mudah. Bisa dipraktikkan sendiri. Tinggal dibuka dan dilakukan sesuai petunjuk,” ungkap gadis semester VII ini.

Afifah Komariyah, anggota lainnya,  menambahkan, ada empat tahapan dalam Resolving Parenting Stress ini. Pertama, pengantar stres pengasuhan dengan pengasuhan positif, di mana dalam hal ini pemateri menjelaskan tentang stres pengasuhan, dampak, faktor, dan efeknya bagi anak. ”Gimana cara komunikasi dengan anak juga diajarkan di tahap awal ini,” imbuhnya.

Kedua, mengidentifikasi karakteristik anak karena setiap anak punya karakter yang relatif berbeda. Ketiga, menjalin hubungan positif antara orang tua dan anak dan keempat relaksasi. ”Misalnya dengan selalu menunjukkan rasa kasih sayang kepada anak,” terang gadis asal Bondowoso ini.

Ke depan, timnya akan terus mengembangkan penelitian tersebut. Jadi, bisa tersedia sistem atau cara yang sesuai dengan kebutuhan dunia saat ini: digital. ”Harapannya ingin terus mengembangkannya supaya bisa lebih bermanfaat. Mudah-mudahan bisa dikembangkan secara digital,” harapnya.

Pewarta              : *
Copy Editor         : Dwi Lindawati
Penyunting         :  Indra Mufarendra
Fotografer          :  Imam Nasrodin