Lepas Saham Lewat IPO, Itama Ranoraya Gaet Dana Publik Rp 149,6 Miliar

JawaPos.com – PT Itama Ranoraya Tbk mengget dana publik Rp 149,6 miliar menyusul langkah perseroan melepas 400 juta lembar sahamnya ke publik lewat penawaran umum perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan dengan kode IRRA melepas saham ke publik dengan harga perdana Rp 374 per lembar saham.

Teten W Setiawan selaku Direktur Utama Perseroan mengatakan bahwa dana yang diperoleh dari hasil IPO ini sekitar 60 persen akan digunakan untuk mengembangkan jaringan kantor cabang secara bertahap dengan fasiltas dan sumberdaya manusia pendukungnya di beberapa kota di Indonesia.

“Sisanya sebesar 40 persen akan digunakan untuk memperkuat modal kerja,” ujar Teten kepada pers seusia pencatatan perdana saham perseroan di Gedung BEI Jakarta, Selasa (15/10).

Menurutnya, perseroan akan membuka kantor cabang di beberapa kota di Indonesia yang dinilai menguntungkan daripada menunjuk sub-distributor, mengingat potensi pasar produk perusahaan saat ini di berbagai wilayah masih cukup luas.

“Kami akan mulai mengembangkan sistem jejaring teknologi informasi dan aplikasi Pusat – Cabang serta pendirian kantor perwakilan di Bandung, Medan, Surabaya, dan Makasar tahun 2020. Kantor perwakilan tersebut dimasa depan diharapkan akan menjadi Kantor Cabang Utama yaitu di Medan, Surabaya, dan Makasar,” imbuhnya.

Pertumbuhan industri alat kesehatan nasional (alkes) setiap tahunnya mencapai dua kali lipat dibandingkan rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia. “Jika setiap tahunnya ekonomi nasional tumbuh 5 persen, maka dapat diperkirakan kenaikan industri alkes mencapai 10 persen tiap tahunnya,” lanjut Teten.

Berdasarkan penelitian KPMG, Indonesia merupakan pasar peralatan medis dengan pertumbuhan paling cepat di dunia. Pasar peralatan medis Indonesia diperkirakan bernilai USD 747,3 juta dan diperkirakan mencapai USD 1.197,2 miliar di 2019.

Teten optimis dengan pengalaman lebih dari 10 tahun serta didukung dengan tim manajemen yang solid dalam industri peralatan kesehatan, perseroan dapat bertahan dan terus berkembang.

Dalam IPO ini, perseroan telah menunjuk PT BNI Sekuritas dan PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Mukti Wibowo Kamihadi, Direktur Invesment Banking PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia mengatakan, kisaran harga penawaran
awal sekitar Rp 315-Rp 375 per saham mencerminkan proyeksi price earning ratio (PER) pada level 10,94 kali-13,03 pada 2020.

Menurutnya, level PER itu cukup menarik dibandingkan dengan PER industri distribusi alat kesehatan di tingkat regional rata-rata 16 kali.”PER cukup menarik ke depan. Ini memberikan ruang cukup bagi investor untuk mendapatkan keuntungan,” pungkasnya.

Editor : Mohamad Nur Asikin