Lepas Mudik Gratis, Frontage Road A. Yani Sisi Barat Tutup Dua Hari

JawaPos.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur berencana melaksanakan pelepasan mudik gratis besok (1/2) dan Minggu (2/6). Tempat pelepasan di depan kantor Dishub Jatim jalan frontage road (FR) A. Yani membuat jalan tersebut harus ditutup sementara. Seluruh kendaraan bakal dilewatkan jalan utama A. Yani.

Kegiatan mudik gratis tersebut akan melibatkan belasan ribu orang. Sesuai kuota awal, dishub menyediakan 18 ribu kursi yang melayani pemudik dari berbagai daerah di Jawa Timur. Untuk melayani seluruh pemudik tersebut, dishub menyediakan 480 armada bus. Mereka akan diberangkatkan dalam dua gelombang, yakni pada 1 dan 2 Juni.

Upacara pemberangkatan rencananya dipimpin Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Ratusan armada bus dijajar di FR A. Yani sisi barat depan kantor dishub sebelum diberangkatkan. Selama persiapan pemberangkatan tersebut, mau tidak mau, jalur itu harus ditutup dan disterilkan dari pengendara lain.

Kaurbinops Satlantas Polrestabes Surabaya AKP M. Su’ud mengatakan, FR A. Yani ditutup sejak Sabtu dini hari (1/6). Kemudian, dibuka lagi setelah acara selesai, yakni sekitar pukul 10.00. Kemudian, hal itu berulang pada Minggu (2/6). Selama penutupan tersebut, pengendara dari selatan akan dilewatkan jalan utama A. Yani, termasuk pengendara roda dua.

Jika berkaca dari penutupan serupa pada giat apel gelar pasukan menjelang mudik di tempat yang sama pada Kamis (25/5), dampak kemacetan cukup parah. Simpul kemacetan berada di bundaran Waru dan sekitar Masjid Al Akbar Surabaya (MAS). Kendaraan roda dua dan roda empat yang berkumpul jadi satu di jalur utama Jalan A. Yani membuat laju kendaraan melambat.

Menghindari hal serupa, pihak kepolisian dan dishub sudah berkoordinasi untuk mengatur arus lalu lintas selama penutupan. Petugas akan ditempatkan di beberapa titik yang dianggap rawan terjadi simpul kemacetan. Apalagi saat rombongan bus mulai diberangkatkan, tentu dampaknya terasa pada jalur-jalur yang dilewati. “Untuk itu, harus tunggu upacara pemberangkatan sampai semua busnya keluar dari Surabaya,” jelas Su’ud.