Legenda Niac Mitra Reuni di Gajayana

MALANG KOTA – Meski tak lagi muda, semangat para pemain legenda Niac Mitra merumput di Stadion Gajayana, Kota Malang, kemarin (9/12) patut diacungi jempol. Para pemain yang rata-rata berusia di atas 60 tahun itu berusaha tampil all-out melawan Enjoy Aja (EA) FC dari Jakarta. Sayangnya, dalam pertandingan yang merupakan ajang reuni itu Niac Mitra harus menelan kekalahan 0-1.

Meski kalah, senyum dan tawa bahagia masih tergambar di wajah para pemain gaek tersebut. Gol semata wayang Enjoy Aja FC dicetak oleh legenda Timnas Indonesia, Ricky Yacob, pada menit ke-17. Serangan EA FC beberapa kali mengancam gawang yang dikawal penjaga gawang generasi pertama Niac Mitra, Purwono.

Namun, hingga turun minum di menit ke-30, skor tetap tidak berubah, 1-0 untuk keunggulan EA FC. Untuk diketahui, pertandingan sore kemarin hanya dilakukan sepanjang 60 menit dengan masing-masing babak sepanjang 30 menit.

Meski para pemain tak lagi lincah menggiring dan menyongsong bola, tapi level permainan mereka masih cukup terjaga. Umpan-umpan terobosan dan pergerakan di sayap masih cukup impresif. Tapi, yang namanya usia tentu tak bisa dibohongi. Gagalnya skema serangan yang dibangun itu terkendala fisik yang tak lagi bugar.

Nama-nama besar juga turut hadir dalam permainan itu seperti Jaya Hartono, M. Alhadad, Suganda, Jamrawi, Nanang Kus, hingga Joko Susilo pun turut memeriahkan ajang reuni itu.

Pelatih legenda Niac Mitra M. Basri mengaku bahagia dirinya diajak berkumpul dalam ajang itu. ”Saya terharu. Begitu saya tiba (di Stadion Gajayana), mereka (eks pemain Niac Mitra) langsung menyambut saya,” ujar Basri, sapaan akrabnya.

Dia menjelaskan bahwa dirinya bangga pada para pemainnya itu karena mereka sukses berkarir di dunia sepak bola. ”Sekarang mungkin 80 persen dari mereka sudah jadi pelatih,” imbuhnya.

Sementara itu, salah satu eks pemain Niac Mitra, Yohanes Geuhera, turut senang bisa berkumpul kembali dengan rekan-rekan setimnya dulu. ”Saya bahagia bisa reuni kembali bersama rekan-rekan. Ini adalah ajang temu kangen yang baik mengenang masa-masa dulu,” ucap Yohanes.

Pemain lain, Jaya Hartono, juga senang bisa datang. Apalagi, mantan pelatihnya yang membawa dia juara Galatama juga hadir. ”Semua di sini menjadi pemain nasional adalah berkat bimbingan M. Basri,” ucapnya mengapresiasi pelatih berusia 75 tahun itu.

Pewarta: Gigih Mazda
Penyunting: Achmad Yani
Copy editor: Arief Rohman
Foto: Gigih Mazda