Lebih Aman hingga Menghemat Pengeluaran, Inilah Manfaat Menggunakan Kompor Listrik

KOTA MALANG – Meski PT PLN (Persero) telah mencanangkan electrifying lifestlye, namun geliat penggunaan perabotan berbahan bakar listrik masih merangkak naik tipis. Kompor listrik dan motor listrik misalnya.

Dari data PLN UP3 Malang, saat ini tercatat 493 pelanggan PLN yang menggunakan kompor listrik. Manager Bagian Pemasaran & Pelayanan Pelanggan, Lusia Setyowati Ch mengatakan setiap 2 bulan sekali ada 40-60 pelanggan yang menggunakan kompor listrik.

“Kami memang nggak jual kompornya. Tapi kami melihat dari data survei masyarakat. Di Informa misalnya, perbulan rata-rata kompor induksi yang mereka jual 10-15 unit,” ujarnya dalam Acara Konvensi PDKB (Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan) 2019, di Graha Polinema, Kamis (14/11).

Menurutnya secara ekonomis, penggunaan kompor listrik dapat menekan pengeluaran rumah tangga. Dalam satu bulan, estimasi penggunaan gas LPG untuk kebutuhan masak setiap hari diasumsikan 9 kg. Dengan harga Rp 9.980 perkilogram sehingga total Rp 89.820.

Sementara menurutnya untuk kompor listrik satu tungku dengan listrik 350 watt lebih hemat. Untuk kebutuhan masak setiap hari perkeluarga dibutuhkan listrik 45 KwH. Dengan harga Rp 1.644, dan total Rp 73.850

“Artinya ada penghematan biaya Rp 15.840. Selain itu penggunaanya pun lebih aman karena tidak ada api. Dan tidak ada kebocoran. Sekarang rata-rata daya listrik masyarakat Kota Malang 1300 VA, menurut saya penggunaan kompor listrik pilihan yang tepat,” lanjutnya.

Produk lain yakni sepeda listrik juga mengalami peningkatan tipis. Bagian pemasaran Malang e-Bike Centre, Arif Irontono mengatakan setiap bulannya pertumbuhan penjualan sepeda listrik hanya 2-5 persen. Kurang lebih terjual 5-7 unit sepeda motor perbulan.

“Meningkat iya, tapi tipis lah. Kebanyakan orang masih milih sepeda motor karena harganya kan hampir sama. Antara Rp 5 juta sampai Rp 23 juta. Rata-rata sepeda ini konsumsinya untuk ibu-ibu ke pasar,” terangnya.

Secara nasional, EVP OR PT PLN Jawa Bagian Barat, Bima Putrajaya mengatakan penggunaan perabotan listrik terus meningkat. “Dengan electrical lifestyle, kami ingin masyarakat berlatih hidup modern dan bersih. Karena penggunaan barang listrik ini kan emisinya sangat rendah,” tegasnya.

Pewarta: Rida Ayu
Foto: Rida Ayu
Editor: Indra M