Lebaran, Desa Wisata Kota Batu Tak Banyak Dilirik Pelancong

KOTA BATU – Selama libur lebaran mulai Rabu, 5 Juni sampai Minggu (9/6) jumlah wisatawan di Kota Batu rata-rata perhari mencapai 33 ribu-an. Sayangnya, wisatawan lebih memilih ke tempat wisata buatan. Padahal sejumlah pengelola desa wisata sudah mempersiapkan betul dari segi pelayanan, agar dilirik pelancong.

Salah satu pengelola tempat wisata Gua Pinus, Munir mengeluh lantaran pengunjung di tempatnya tak memenuhi target. Gua yang terletak di Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji ini hanya mampu menarik 150 pengunjung perharinya. Padahal ia mengaku sudah menyiapkan baik sarana penunjang maupun perbaikan-perbaikan sejak menjelang puasa. “Ya gimana lah ini nanti solusinya agar di sini ramai,” celetuknya.

Menurutnya, salah satu alasan masih rendahnya minat wisatawan ke wisata desa adalah karena akses jalan yang tidak memadai. Belum terlihat ada perbaikan di kawasan tersebut. “Akses jalan belum memadai, kami berharap pemerintah mengakomodir keluhan kami,” tambah dia.

Perlu diketahui, disekitar Gua Pinus, pengelola telah menyiapkan beragam spot selfie. Diantaranya rumah kecil yang terbuat dari kayu dan dengan atap berbentuk bulat terbuat dari bahan yang mirip dengan ilalang khas seperti rumah papua. Spot ini sebagai visualisasi yang sangat menarik difoto dari segala sisi, dan harusnya menjadi daya tarik tersendiri.

Sementara itu keadaan justru berbanding terbalik di wiasata buatan seperti Jatim Park Group (JTP). Salah satu destinasi dari JTP yakni Museum Angkut perharinya dikunjungi kurang lebih 1.100 wisatawan. Wisata ini memiliki ratusan moda transportasi dan memang menjadi jujugan wisatawan untuk hunting foto maupun selfie.



Market & Promo Museum Angkut Nunuk Liantin, membenarkan bahwa ada peningkatan kunjungan dari weekend dengan libur lebaran tahun ini.

“Rata-rata weekend di sini 1.000 pengunjung. Naik 10 persen perharinya di libur lebaran. Jadi sehari sekitar 1.100,” katanya.

Berbeda keadannya dengan desa wisata, di kawasan JTP seperti perempatan Jalan Dewi Sartika, pengelola telah melakukan pelebaran jalan untuk menunjang akses jalan. Pelebaran tersebut dikerjakan atas dana Coorporate Social Responsibility (SCR) JTP dan bersinergi dengan pemerintah Kota Batu. Sehingga wisatawan lebih mudah saat menuju kawasan itu.

Pewarta: Rida Ayu
Foto: Dok JPRM
Penyunting: Fia