Lawang–Karanglo Bebas Hambatan

Tol Beroperasi Lebih Cepat, Pengendara Masih Landai

MALANG KOTA – Bagi para pemudik dan warga Malang Raya, kini tidak perlu khawatir lagi dengan kemacetan yang biasa terjadi dari Lawang–Kota Malang. Lantaran, mulai kemarin (8/6), tol Sumber Wuni, Kecamatan Lawang, hingga Karanglo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, resmi beroperasi.

Pengoperasian ini lebih cepat dibandingkan target maksimal yang dipatok Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Mochamad Basoeki Hadimoeljono. Saat berkunjung ke Universitas Brawijaya (UB) beberapa waktu lalu, Basoeki menarget kalau jalan tol ini beroperasi maksimal H-3 Lebaran. Tapi, pada H-7 Lebaran kemarin (8/6), tol tersebut sudah resmi beroperasi.

Jalan tol sepanjang 12 kilometer ini resmi beroperasi mulai kemarin pukul 09.00 WIB. Hanya, dari data yang direkapitulasi Jasa Marga Pandaan–Malang, pengendara yang melintasi jalan tol ini masih landai. Dari pukul 09.00–14.00, baru ada 190 mobil yang melintas.

Paling banyak pengendara yang melintas adalah dari pukul 13.00–14.00, sebanyak 68 mobil. Sedangkan jumlah yang paling sedikit pukul 12.00–13.00 dengan 18 pengendara (selengkapnya baca grafis).

”Ini tidak tahu masuk kategori banyak atau tidak, yang jelas jumlahnya segitu,” kata petugas patroli Jasa Marga Pandaan–Malang Titi Setyo Irawan di exit tol Karanglo kemarin.



Dia melanjutkan, karena tol ini masih sebatas tol fungsional, maka memang dikhususkan bagi mobil pribadi. Mobil angkutan belum diperbolehkan melintas.

Sedangkan di exit tol, kemarin ada penanda yang menunjukkan kalau hanya kendaraan dengan ketinggian 2,1 meter saja yang boleh melintas.

Titi menambahkan, setiap hari tol ini beroperasi dari pukul 07.00–17.00 WIB. Hanya, khusus kemarin beroperasi sejak pukul 09.00 WIB. ”Itu keputusan Polda karena memang mereka yang menentukan pengoperasiannya,” imbuh dia.

Dari pantauan koran ini di exit tol Karanglo, memang sangat jarang mobil yang keluar dari tol ini. Kemungkinan besar masih banyak pengendara yang belum tahu kalau tol ini sudah beroperasi. Sedangkan di jalan protokol dari Lawang ke Karanglo, kemarin terlihat cukup padat.

Sementara itu, Taufik Hidayat, salah satu pengendara yang diwawancarai wartawan ini di pintu keluar, mengaku bersyukur ada tol tersebut. ”Saya masuknya tadi (kemarin) dari Bedali Lawang ke Karanglo cuma sepuluh menit,” katanya.

Tentu ini melegakan bagi Taufik. Lantaran, ketika dia pulang kampung ke Sulfat dari Pasuruan, dia selalu terkena macet di daerah Lawang–Karanglo. ”Dulu pernah, Pasuruan–Malang lima jam karena macet total,” imbuhnya.

Sedangkan untuk laju mobilnya kemarin, menurut dia, tidak menuai kendala. Apalagi, beton yang baru selesai dikerjakan masih mulus dan begitu enak dilintasi. ”Meskipun fasilitasnya belum lengkap, tapi sudah luar biasa tahun ini beroperasi,” pungkasnya.

Sementara itu, Dirut PT Jasa Marga Pandaan–Malang Agus Purnomo saat ditanya majunya jadwal pengoperasian tol ini, dia menyatakan, kalau dari awal pihaknya menyiapkan pengoperasian tol ini H-7 Lebaran.

”Dan, sekarang sudah siap makanya dioperasikan,” katanya.

Dalam pengoperasian itu, pihaknya menggandeng dinas perhubungan dan Polda Jawa Timur. Lantaran, tol ini sifatnya masih fungsional. ”Karena fungsional, tol ini gratis,” kata Agus.

Sedangkan sebelumnya, Agus menyebut kalau ada dua skema dalam pengoperasian. Yakni, dari H-7 hingga hari H Lebaran yang beroperasi dari Lawang–Karanglo. Sedangkan pada H+1 hingga H+7 Lebaran, beroperasi sebaliknya yakni dari Karanglo–Lawang.

”Tapi, itu bergantung kebutuhan polisi, ini berkaitan kemacetan di jalan utama juga,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, pada momen mudik Lebaran ini, tol Malang–Pandaan (Mapan) akan beroperasi separo. Yakni, dari Pandaan menuju Malang. Sementara ini exit tol terakhirnya di simpang tiga Karanglo. Sementara pengendara dari Malang menuju Pandaan belum bisa melintasi tol Mapan.

Dari Pandaan, tol beroperasi hingga daerah Sukorejo (Kabupaten Pasuruan). Setelah itu, pengendara melintasi jalan biasanya, lalu masuk tol lagi di daerah Sumber Wuni, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Setelah masuk tol, baru keluar lagi di pertigaan Karanglo. Panjang tol Sumber Wuni–Karanglo sekitar 8–12,5 kilometer.

Sedangkan untuk di jalan dari Sumber Wuni ke utara, yakni ke daerah Pasuruan masih belum difungsikan. Selain ada jembatan yang belum terhubung, ada tebing yang belum terbongkar. Tebing ini tingginya sekitar 20 meter. Tebing itu berada di daerah Sumber Waras, Lawang.

Pewarta: Irham Thoriq
Penyunting: Irham Thoriq
Copy Editor: Dwi Lindawati
Foto: Falahi Mubarok