KOTA MALANG – Cuaca ekstrem yang belakangan melanda Kota Malang, menjadi salah satu penyebab wabah Demam Berdarah Dengeu (DBD).

Sebanyak 46 dialaporkan telah menderita DBD sejak tanggal 1 hingga 30 Januari, 2019.

Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Malang, Dr. Husnul Muarif, angka tersebut masih akan terus bertambah, mengingat memang baru awal tahun.

Apalagi, wabah yang disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypti ini banyak menyerang anak dengan rentan usia 6-13 tahun.

“Karena mereka yang mobilitasnya tinggi dan komunitasnya banyak. Bisa saja terjangkit di mikrolet atau di sekolah,” jelasnya

Sehingga, ia menyarankan tidak hanya melaksanakan 3M, Menguras, mengubur dan mendaur ulang. “Tapi ada plusnya juga, yaitu memakai kelambu saat tidur. Menggunakan obat nyamuk sebagai pengusir nyamuk,” terangnya.

Kemudian, mencegah berkembangnya telur nyamuk di tempat-tempat genanganan air dengan memelihara ikan predator, seperti ikan cupang.

Juga, menanam aneka tanaman di halaman. Mengingat, nyamuk Aedes Aegepty ini memang tidak suka dengan aroma tanaman. Misalnya, serai.

“Dan usahakan tiap rumah jangan sampai ada gantungannya,” tutupnya

Pewarta : Feni Yusnia
Penyunting : Kholid Amrullah