Lawan Karhutla, Dishut Suntik Tanah Gambut dan Sebarkan Fatwa MUI

JawaPos.com – Masalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi perhatian serius Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). Hal tersebut terlihat dari upaya pemadaman yang terus dilakukan para anggota brigade pengendali karhutla (Brigdalkarhutla) Dishut Kalsel, juga Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) yang diturunkan setiap terjadi karhutla di wilayah Kalsel.

Dua hari terakhir anggota Brigdalkarhutla, Polhut, staf, hingga pejabat Dishut turun ke lapangan. Mereka memadamkan karhutla di wilayah Guntung Damar Kelurahan Syamsuddin Noor, Banjarbaru.

Kadishut Kalsel Hanif Faisol Nurofiq memimpin langsung upaya pemadaman di lapangan yang dilakukan dari pagi hingga malam hari.
Hanif mengatakan, lokasi kebakaran merupakan lahan gambut. Metode pemadaman dilakukan dengan cara menyuntikan air bertekanan ke dalam tanah gambut menggunakan alat suntik gambut (sunbut).

Poster yang berisi Fatwa MUI terkait hukum membakar hutan dan lahan (karhutla). (Prokal.co/JPG)

Hal ini dilakukan karena pemadaman dengan cara yang biasa tidak akan berpengaruh, sebab api berada di lapisan bawah permukaan (gambut). “Memang kita sepenuhnya belum bisa memadamkan api secara total, tapi dengan upaya maksimal yang sudah kami lakukan ini diharapkan mampu mengurangi kabut asap yang sudah berhari-hari menyelimuti dan mengurangi jarak pandang pengguna jalan, bahkan menggangu jadwal penerbangan,” terang Hanif dikutip dari Prokal.co (Jawa Pos Group), Selasa (17/9).



Petugas di lokasi juga sempat dikejutkan dengan kedatangan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor yang turun ke lapangan. Dia memberikan arahan dan semangat untuk penanganan karhutla.

Kanal dan parit yang merupakan satu-satunya sumber air bagi para petugas untuk memadamkan api menjadi perhatian Paman Birin. Alat berat langsung diinstruksikan untuk mengeruk dasar kanal lebih dalam agar mampu menampung lebih banyak debit air.

Sebelum kegiatan pemadaman, petugas juga menggelar apel persiapan dan pengarahan yang dipimpin Kadishut Hanif Faisol Nurofiq di halaman kantor Dishut Prov Kalsel. Selain itu poster yang berisi Fatwa MUI terkait hukum membakar hutan dan lahan dibagikan ke daerah-daerah. Diharapkan dengan pembagian 4.000 lembar sosialisasi fatwa MUI ini pencegahan pembakaran hutan lahan bisa diminimalisir.