Lawan Capolista tanpa Duo Latin

MALANG KOTA – Arema FC harus kehilangan dua pemain terbaiknya saat menghadapi pemuncak klasemen (capolista) sementara Liga 1, PSM Makassar, di Stadion Kanjuruhan Rabu (30/8). Duo pemain Latin, yakni Esteban Vizcarra dan Arthur Cunha Da Roca harus absen karena akumulasi kartu kuning.

Saat Arema FC menang atas Barito Putera Rabu lalu (23/8), dua pemain ini mendapatkan kartu kuning. Sebelumnya, mereka sudah mengantongi dua kartu kuning di dua laga berbeda. Berdasarkan regulasi Liga 1 Pasal 57, pemain yang mendapatkan tiga kartu kuning di tiga laga berbeda, tidak boleh membela timnya sekali. Tentu, absennya dua pemain ini bisa menggerus kekuatan Arema FC. Keduanya adalah pemain kunci di lini belakang dan lini tengah.

Vizcarra bersama Juan Pablo Pino dan Adam Alis merupakan kreator serangan Arema FC. Pemain asal Argentina ini sudah membukukan dua gol dan satu assist. Sedangkan Arthur perannya sangat vital di lini belakang. Berdasarkan statistik, 67 persen tekel Cunha membuahkan hasil.

Pelatih Arema FC Joko ”Gethuk” Susilo menyatakan, absennya dua pemain ini akan berpengaruh. ”Karena itu, lawan PSM Makassar nanti persiapan kami akan berbeda lagi dibandingkan pertandingan sebelumnya (lawan Barito Putera). Kompisisi pemain juga akan berbeda karena Arthur dan Vizcarra  absen,” kata Gethuk kemarin (24/8). Meski Gethuk sedikit ragu tentang kartu kuning Vizcarra, tapi berdasarkan website resmi liga kemarin, dia sudah mengantongi tiga kartu kuning.

Saat melawan Barito Putera, sebenarnya Arema FC juga mempunyai dua pemain yang absen. Mereka adalah Benny Wahyudi dan Syaiful Indra Cahya. Karena itulah, Benny sukses digantikan Hendro Siswanto yang biasa bermain sebagai gelandang bertahan. Sedangkan posisi Indra digantikan Junda Irawan.

Rotasi ini terbukti moncer. Namun, jika yang absen adalah dua pemain asing, kalau tidak diantisipasi dengan baik akan menyulitkan Arema FC. Apalagi, lawannya PSM Makassar yang sudah mengantongi 38 poin. ”Lawan PSM (Makassar) kami harus bisa mengantisipasi itu,” katanya.

Kemenangan atas tim asuhan Robert Rene Alberts tersebut akan mampu mengangkat mental pemain. Selain itu, akan meminimalisasi selisih poin kedua tim. Saat ini keduanya terpaut lima angka. ”Sudah ada cara, tapi tentu tidak bisa saya sampaikan,” kata pelatih dengan lisensi A AFC itu.

Meski tidak mau menyebut, paling memungkinkan yang bisa dilakukan Gethuk adalah menjadikan Ahmet Atayev sebagai stoper. Meski pemain ini di Timnas Turkmenistan berposisi sebagai gelandang bertahan, tapi dia saat di tim sebelumnya pernah berposisi sebagai stoper. Atayev bisa berduet dengan Syaiful Indra Cahya. Sedangkan untuk bek sayap bisa diisi oleh Alfarizie dan Benny Wahyudi.

Sedangkan Hendro Siswanto bisa mengisi gelandang bertahan yang ditinggalkan Atayev. ”Dilihat saja nanti saat pertandingan, cara itu pasti ada. Kami akan menggunakan pemain yang ada saat ini dengan maksimal, mereka semua bagus. Terbukti dari pertandingan yang sebelumnya, berhasil mereka lalui,” kata pelatih berusia 46 tahun itu.

Mengenai mudahnya pemain terkena kartu, Gethuk menyebut, hal tersebut memang tidak bisa dihindari. Seperti saat melawan Barito Putera lalu. ”Kadang terkena kartu memang susah dihindari. Karena situasi di lapangan, kadang emosional. Kami mengerti itu,” kata dia. Namun, Gethuk berharap, ke depan pemain bisa lebih tenang. ”Karena kalau terkena akumulasi kartu, itu sangat mengganggu tim,” tandasnya.

Pewarta: Aris Dwi
Penyunting: Irham Thoriq
Copy Editor: Dwi Lindawati