Larang Plastik Kemasan Beredar Dalam Kampus, UB Siapkan Spot Air Bersih Siap Minum

Cafetarian di kawasan UB. para pedagang dilarang memakai plastik sekali pakai untuk mengurangi peredaran sampah plastik di kampus tersebut.

KOTA MALANG – Sejak Senin (27/1) Universitas Brawijaya (UB) melarang seluruh kegiatan konsumsi menggunakan air kemasan dan kantong plastik. Sesuai Surat Edaran Instruksi Rektor UB Nomor 1080 Tahun 2020.

Larangan itu berlaku bagi seluruh civitas akademika UB. Ini berlaku di kantin, dalam forum rapat maupun di ruang-ruang akademis lainnya.

Untuk memenuhi kebutuhan air minum, UB telah menggandeng Perumda Tugu Tirta (nama baru PDAM) Kota Malang. Hal ini disampaikan Wakil Rektor IV UB, Prof Dr Ir Moch Sasmito Djati MS, Selasa (28/1) malam.

“Kami sudah menggandeng PDAM Kota Malang untuk pemasangan titik-titik air bersih siap minum. Sudah ada desainnya yang jelas di semua titik keramaian,” kata dia.

Dosen Jurusan Biologi ini menyarankan agar mahasiswa membawa botol tumblr masing-masing. Ia juga mengaku telah mengoomunikasikan hal ini kepada para penjual kantin untuk tidak menggunakan plastik.

“Ya ada ajalah (penjual) yang keberatan. Tapi ya banyak juga yang mengiyakan. Kalau memang tidak bersedia ya kami suruh out saja,” beber Profesor Fakultas Ilmu Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam ini.

Untuk pembiasaan, Sasmito mengatakan akan memberi tenggang waktu sampai satu semester atau sampai bulan Januari. Kendati demikian, ia belum merencanakan adanya sanksi jika masih ada saja yang membawa plastik.

“Kan ini sifatnya edukasi. Pelan-pelan dulu, nggak mungkin kan stok air kemasan saat ini kita buang. Ya dihabisin dulu lah,” imbuhnya.

Soal sosialisasi, Sasmito mengatakan telah menggeber ke dekan fakultas dan Eksekutif Mahasiswa (EM). “Gampang kok sosialisasi. Car Free Day tiap Jumat juga mulai dibiasakan nggak pakai sedotan juga jalan,” tambah pria berkacamata ini.

Sasmito berharap dengan peraturan ini ada perubahan mindset lifestyle yang sebelumnya dikelilingi plastik. Ia menjelaskan bahwa ini hanya sebagian kecil dari usaha menjadikan UB sebagai green campus.

“Building saja belum green. Bank sampah belum maksimal. Kami bikin ini karena pengolahan sampah memang belum baik, bukan salah plastiknya loh ya,” kelakar dia.

Pewarta: Rida Ayu
Foto: Rida Ayu
Penyunting: Fia