Langkah Pertama sang Juara

SLEMAN – Usai menjuarai Piala Presiden, ekspektasi Aremania terhadap Arema FC makin tinggi. Dengan materi pemain yang dimiliki saat ini, rasanya aneh kalau Arema FC sampai gagal meraih juara liga.

Malam ini (15/5) di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Arema FC bakal mengawali langkahnya di Liga 1. Lawannya adalah PSS Sleman yang musim lalu menjuarai Liga 2, kompetisi yang berada satu tingkat di bawah Liga 1.

Bagi Arema FC, laga perdana ini penting artinya. Sebab, hasil laga perdana bisa berpengaruh pada laga-laga selanjutnya.

Kalau terpuruk di laga perdana, akan sulit untuk menaikkan mental pemain pada laga berikutnya. Sebaliknya, bila meraih hasil bagus, Arema FC berpeluang untuk mengawali start kompetisi di papan atas klasemen.


Mengacu juara di tiga edisi liga sebelumnya, tidak ada yang meraih kekalahan pada laga perdananya.

Mulai dari Indonesian Soccer Championship (ISC) A 2016 lalu. Persipura Jayapura yang meraih hasil imbang 1-1 kontra Persija pada laga perdana, akhirnya mengakhiri kompetisi dengan raihan juara.

Lalu, pada 2017, kala nama Liga 1 kali pertama digunakan, Bhayangkara meraih kemenangan 2-1 pada laga perdananya lawan Perseru Seru. Bhayangkara pun akhirnya menjadi juara di akhir musim.

Musim lalu, Persija meraih hasil imbang 0-0 pada laga perdana di kandang Bhayangkara FC. Di akhir musim Persija meraih juara Liga 1 2018.

Flash back jauh ke belakang, pada Indonesian Super League (ISL) 2009/2010, Arema meraih kemenangan 1-0 atas Persija pada laga perdananya. Di akhir musim, Arema berhasil meraih title juara.

”Karena itu, poin penuh di laga pertama itu sangat penting. Hasilnya akan memengaruhi mental pemain,” tegas asisten pelatih Arema FC Kuncoro kemarin (14/5).

Kuncoro pun berharap, timnya bisa meraih poin maksimal. ”Jangan sampai seperti tahun lalu, karena kalah-menang, kalah-menang terus,” kata Kuncoro.

Musim lalu, Arema FC memang terseok-seok di awal liga. Pada laga perdana, Arema FC hanya mampu bermain imbang 2-2 saat menjamu Mitra Kukar di Stadion Kanjuruhan.

Setelah laga itu, Arema FC mengalami dua kekalahan beruntun. Kalah 1-3 dari Persija Jakarta dan kalah 1-2 dari Borneo FC. Akibat rentetan hasil negatif, Arema FC sampai akrab dengan zona degradasi. Beruntung, Arema FC masih bisa bangkit pada putaran kedua Liga 1. Hingga akhirnya finis di posisi 6.

Sementara itu, pelatih PSS Sleman Seto Nurdiantoro mengakui bahwa Arema FC kali ini lebih diunggulkan. ”Arema juara Piala Presiden. Artinya, tim yang bagus, tim yang solid,” kata dia.

Di sisi lain, Seto sadar posisi PSS Sleman saat ini. ”Kami sebenarnya baru masuk menjadi peserta Liga 1. Tapi, ini sebuah tantangan. Bagaimana mindset pemain tumbuh, mindset saya juga tumbuh. Ini kami di Liga 1, bukan Liga 2. Dengan muncul seperti itu, pemain punya kepercayaan diri yang bagus. Tapi tidak berlebihan,” tuturnya.

Pewarta               : Aris Dwi Kuncoro
Copy Editor         : Dwi Lindawati
Penyunting         : Indra Mufarendra