Langka LPG Kemasan 3 Kg

LPG kemasan 3 kilogram hilang dari peredaran sejak Jumat lalu (30/3). Kelangkaan LPG yang biasanya disebut ”elpiji melon” itu diketahui dari laporan masyarakat yang masuk ke PT Pertamina Mor V (wilayah Jawa-Bali-Nusa Tenggara).

MALANG KOTA – LPG kemasan 3 kilogram hilang dari peredaran sejak Jumat lalu (30/3). Kelangkaan LPG yang biasanya disebut ”elpiji melon” itu diketahui dari laporan masyarakat yang masuk ke PT Pertamina Mor V (wilayah Jawa-Bali-Nusa Tenggara).

”Mungkin langka karena pengaruh long weekend. Kota Malang kan menjadi jujukan wisatawan,” ujar Section Head Communication Pertamina Mor V Rico Raspati kemarin (2/4).

Menurut Rico, banyaknya kunjungan wisatawan berpengaruh terhadap tingkat konsumsi. Semakin banyak wisatawan datang ke Kota Malang, semakin tinggi pula kebutuhan masyarakat terhadap gas LPG. ”Apalagi Kota Malang kan banyak kuliner. Mereka butuh gas untuk memasak,” kata dia.

Sebelumnya Rico tidak memprediksi adanya kelangkaan tersebut. Itu yang membuatnya tidak menambah pasokan. ”Kuotanya tetap. Tidak ada pengurangan,” tuturnya.

Dia menduga, kelangkaan LPG kemasan 3 kg itu hanya terjadi pada pedagang eceran. Sebab, berdasarkan pantauannya, persediaan di agen masih cukup. ”Kalau di pedagang eceran, kami tidak memiliki datanya,” terangnya.

Rico menduga, pemicu lain adalah penimbunan. Diduga, ada pihak-pihak yang mencari keuntungan dengan cara menimbun. Setelah langka dan berimbas melonjaknya harga, barulah barang timbunan dikeluarkan. ”Mungkin para pedagang pasti sudah menduga jika permintaan akan tinggi saat liburan panjang,” ujarnya.

Untuk itu, Rico mengimbau masyarakat tidak membeli LPG di pedagang eceran. Dikhawatirkan harganya bakal melonjak. ”Saya sarankan membeli di pangkalan saja. Karena harganya juga pasti harga eceran tertinggi (HET),” ujarnya.

Pewarta : Gigih Mazda
Penyunting : Mahmudan
Copy Editor : Dwi Lindawati
Foto : Rubianto