Lamborghini Pertimbangkan Supercar Bertenaga Listrik

JawaPos.com – Produsen mobil sport atau luxury supercar Lamborghini saat ini dikenal dengan kemampuan mesin V12-nya yang dapat mengantarkan pengemudinya menuju adrenalin tertinggi hanya dengan sekali injakan gas. Namun, pada masa depan mesin V12 Lamborghini disebut akan tergantikan dengan motor listrik berkekuatan besar yang tetap mampu menjaga citra Lamborghini sebagai pabrikan mobil sport.

Sebagaimana dikutip JawaPos.com dari Carscoops, Rabu (4/9), Lamborghini disebut telah melihat masa depan untuk V12-nya supaya tetap mampu membuatnya bertahan dan hidup. Kunci dari masa depan Lamborghini adalah elektrifikasi.

Ya, Lamborghini dikatakan tengah mempertimbangkan ke depan akan hadir sebagai produsen mobil sport ramah lingkungan. Lamborghini dikatakan akan memilih mesin bertenaga listrik yang tetap memiliki kemampuan setara mesin-mesin bertenaga combustion konvensional miliknya.

Tak lama setelah sebuah laporan tentang penerus Aventador yang diharapkan akan muncul pada 2024 mendatang, MotorAuthority memiliki kesempatan untuk berbicara dengan kepala teknis Lamborghini Maurizio Reggiani. Pembicaraan tersebut tentang seperti apa powertrain dari perusahaan berlogo banteng ngamuk itu pada masa depan.

“Kami pikir merek Lamborghini didasarkan pada mesin V12. Dan jelas bahwa kami memerlukan elektrifikasi untuk mengurangi (karbon dioksida) dan untuk memiliki daya tambahan berdasarkan elektrifikasi,” kata Reggiani.

Laporan lain mengyatakan bahwa Lamborghini dapat mengurangi perpindahan V12 generasi berikutnya. Reggiani tidak membantah klaim tersebut, tetapi mengonfirmasi keyakinan perusahaan bahwa mesin yang ada secara alami adalah yang terbaik untuk super car, mengesampingkan kemungkinan penerus Huracan dan Aventador menggunakan mesin forced induction seperti SUV Lamborghini Urus.

“Banyak dari pesaing kami bergerak ke arah turbo V8 dan kami memutuskan bahwa mesin natural aspirated (N/A) masih merupakan interpretasi terbaik dari mobil super sport kami,” katanya.

Masih belum jelas seperti apa powertrain hybrid yang disuntikkan Lamborghini ke dalam penerus Aventador. Kemungkinan dengan sistem mesin dapat mengirimkan daya besar ke roda belakang sementara motor listrik menangani as roda depan.

Reggiani tidak mengatakan wacana tersebut akan terwujud, namun mereka memang sedang menyelidiki sejumlah solusi hibrida. Pastinya pihaknya ingin mengeluarkan mobil sport yang penuh power dan dapat digunakan secara efisien.

“Setiap kali Anda perlu mempertimbangkan bahwa kami berbicara tentang kekuatan, tetapi hal yang paling sulit adalah cara Anda dapat melepaskan daya di jalan,” sebutnya. “Karena masalah sebenarnya adalah konsumen bisa menjamin mampu menggunakan semua tenaga kuda pada mobil Lamborghini,” pungkasnya.