Lamaran Ditolak, Cutter Bertindak

Ini pelajaran bagi mereka yang sudah lama pacaran tapi tak kunjung melanjutkannya ke pelaminan. Gara-gara lamaran ditolak, Mochamad Yusuf Ibrahim, 28, nekat menganiaya Putrianingsih, 25, kekasihnya. Putri menolak lamaran karena merasa sudah bukan pacar korban karena status keduanya terlalu lama menggantung. Kapolsek Lawang Kompol Gaguk Sulistiyo Budi menjelaskan, peristiwa penganiayaan tersebut terjadi Senin lalu (2/4). ”Motif perbuatannya karena tersangka terbakar api cemburu, karena korban yang sudah dia pacari tiga tahun tidak mau diajak menikah,” ujar Gaguk.

LAWANG – Ini pelajaran bagi mereka yang sudah lama pacaran tapi tak kunjung melanjutkannya ke pelaminan. Gara-gara lamaran ditolak, Mochamad Yusuf Ibrahim, 28, nekat menganiaya Putrianingsih, 25, kekasihnya. Putri menolak lamaran karena merasa sudah bukan pacar korban karena status keduanya terlalu lama menggantung.
Kapolsek Lawang Kompol Gaguk Sulistiyo Budi menjelaskan, peristiwa penganiayaan tersebut terjadi Senin lalu (2/4). ”Motif perbuatannya karena tersangka terbakar api cemburu, karena korban yang sudah dia pacari tiga tahun tidak mau diajak menikah,” ujar Gaguk.

Kekesalan tersangka kemudian dilampiaskan dengan cara menyayat bagian tubuh korban, yakni kaki, tangan, perut, dan dada korban dengan menggunakan pisau cutter. Penganiayaan itu terjadi di Jalan Anjasmoro, Desa Turirejo, Kecamatan Lawang. Saat itu, keduanya bertemu setelah sebelumnya berpacaran jarak jauh cukup lama. Namun diduga, status hubungan keduanya menggantung tanpa ada kejelasan. ”Pelaku yang berdomisili di Tuban kemudian menghampiri korban dengan niat menikahinya, namun korban menolak karena merasa sudah putus dengan pelaku,” terang Gaguk.

Pada waktu yang sama, pria yang diakui korban sebagai kekasihnya mendadak muncul. Kehadiran orang ketiga ini yang dimungkinkan menyulut emosi pelaku yang bekerja sebagai karyawan BUMN di bidang ekspedisi itu. Sebilah pisau cutter yang selalu ada di tas pinggangnya langsung dikeluarkan oleh pelaku untuk melukai korban. ”Korban sempat lari dan meminta pertolongan, akan tetapi pelaku sudah telanjur gelap mata sehingga terus menghujani korban dengan sayatan yang bertubi-tubi,” terang perwira dengan satu melati di pundak itu.

Kanitreskrim Polsek Lawang Iptu Hadi Puspito menambahkan, atas tindakannya tersebut, pelaku bakal dijerat pasal 351 ayat 1 KUHP tentang Penganiayaan. ”Ancaman hukumannya 2 tahun delapan bulan penjara,” tegas Hadi.

Pewarta : Farik Fajarwati
Penyunting : Ahmad Yani
Copy Editor :Arief Rohman
Foto :Bayu Eka