Lakon Karna Surya Putra Bakal Ditampilkan Di Indonesia Cultural Dining Series Hotel Tugu Malang

KOTA MALANG – Alkisah, seorang putri raja berparas cantik tiba-tiba hamil karena dia membaca mantera yang membuat dewa Surya memberikan sosok putra melalui telinga Kunthi. kenyataan ini membuat Kunthi malu.

Demi menghindari fitnah, Kunthi memilih membuang bayi pertamanya ke Sungai Gangga dan ditandai dengan nama Karna Surya Putra. Bayi tak berdosa itu hanyut di sungai dan ditemukan serta dirawat hingga besar oleh kusir Adirata.

Kunthi kemudian menikah dengan Pandhu mempunyai anak lima putra, Pandhawa. Salah satu diantaranya adalah Arjuna yg berparas cakap dan tangkas memanah. Ketika masih usia remaja Arjuna belajar memanah pada guru Padhawa dan Kurawa yaitu Guru Drona.

Saat beruji memanah, Arjuna tiba-tiba mendapat penantang yang tak lain adalah Karna Surya Putra yang telah beranjak dewasa. Kemampuan Karya Surya Putra membuat semua penghuni kerajaan Astina kaget. Kurupati yang merupakan anak pertama Kurawa terkesima dengan keahlian Karna dan mengangkatnya menjadi saudara Kurawa.

Berjalannya waktu, terjadilah perang Bharatayudha yaitu perang saudara antara Kurawa dan Pandhawa, ketika hendak berperang Karna berpamitan pada ibunya Kunthi, menangislah kunthi mengetahui putranya sendiri akan menjadi musuh adik-adiknya.



Tak ingin putranya saling membunuh, Kunthi membujuk karna untuk ikut pada pihak Pandhawa. Alih-alih mengabulkan keinginan ibunda tercinta, Karna Surya Putra memilih jalan yang berbeda. Karna tetap maju berperang membela negara Astina namun mengalah di medan laga karena mencintai adik-adiknya.

Lakon tersebut akan menjadi pertunjukan seni yang akan ditampilkan di Indonesia Cultural Dining Series (ICDS) pada 15 Februari 2019 mendatang. Acara yang digelar di Tirta Gangga Room Hotel Tugu Malang tersebut merupakan rangkaian ICDS seri ke 39.

“Wayang orang ini akan ditampilkan oleh seniman dari Sanggar seni Singamulangjaya dan Sanggar Seni Padakanusa,” ungkap Guest Relation Officer Hotel Tugu Malang, Richard Wardhana.

Pria yang akrab disapa Ochi ini menambahkan, ICDS merupakan bentuk konsistensi Hotel tugu Malang untuk ikut melestarikan budaya-budaya nusantara.

“Hotel Tugu Malang selalu konsisten sebagai tempat aktivitas dan kreativitas para seniman dalam upaya mengangkat, menggali, melestarikan dan mengembangkan nilai–nilai seni budaya Indonesia,” pungkas dia.

Penyunting : Fia