Lagi, Empat Kelurahan Krisis Air Bersih

MALANG KOTA – Lagi, pelanggan PDAM dilanda krisis air bersih. Jika awal Januari 2019 lalu menimpa sekitar 22.000 pelanggan yang tersebar di delapan kelurahan, kini menimpa empat kelurahan. Yakni, Tlogomas, Ketawanggede, Penanggungan, dan Sumbersari.

Bisa jadi, warga yang mengalami krisis air bersih lebih banyak lagi. Tapi belum terindentifikasi atau belum melapor ke PDAM.

Di Kelurahan Ketawanggede, krisis air bersih terjadi sejak Minggu malam (24/2). Warga kesulitan mendapatkan air bersih setelah saluran air dari PDAM mampet. Bagi yang mempunyai family di kelurahan lain di Kota Malang, mereka mengungsi. Tapi bagi warga yang tidak mempunyai family, mereka hanya pasrah menunggu kiriman air dari PDAM. Itu pun terpaksa berebut dengan warga lain.

Stop Masak dan Nyuci, Mandi Numpang Family

Maria Ulfa misalnya. Warga Jalan Kertoraharjo 51 Ketawanggede itu hanya kebagian air satu galon saat tangki kiriman air dari PDAM datang. Satu galon itu untuk mandi lima anggota keluarganya. ”Saya hanya pakai air dari PDAM. Melas banget tidak ada air seperti ini,” keluhnya.

Ibu dua anak itu mempertanyakan pelayanan PDAM. Hingga tadi malam (26/2), air di rumahnya masih mampet. ”Ini saya terpaksa ngungsi ke rumah adik di Kalpataru (Lowokwaru) untuk mandi,” tegasnya.

Maria bingung jika hingga hari ini (27/2) air PDAM masih mampet. Sebab, anak-anaknya ke sekolah juga harus mandi. Belum lagi keperluan dapur. ”Masak saya harus stop masak, stop nyuci baju. Makan harus beli dan mandi numpang,” tuturnya.

Dia menyatakan, krisis air bersih itu dialami warga sekampung. ”Semua warga, saluran airnya dari PDAM juga mampet,” kata dia.

Pantauan wartawan koran ini, krisis air juga terjadi di Sumbersari. Sejak Senin lalu (25/2) sudah mendapatkan kiriman air tangki dari PDAM. Ketika mobil tangki datang, warga beramai-ramai membawa ember dan galon. Untuk mendapatkan jatah air, mereka harus antre. ”Antreannya memanjang gitu,” kata Rahma, salah satu warga Sumbersari.

Kondisi serupa juga dialami pelanggan PDAM di Jalan Raya Tlogomas, Jalan Mayjen Panjaitan, Jalan Baiduri Pandan, dan Jalan Penanggungan.

PDAM Janji Hari Ini Normal Lagi

Sementara itu, Humas PDAM Kota Malang Machfiyah membenarkan adanya gangguan pelayanan kepada pelanggan. Penyebabnya, terjadi kebocoran pipa PDAM di Jurang Susuh, Bumiaji, Kota Batu. Pihaknya berjanji akan menuntaskannya. ”Tim kami langsung melakukan perbaikan di lokasi,” tuturnya.

Mafe–sapaan akrab Machfiyah– menambahkan, ada sekitar 2.539 sambungan rumah (SR) di zona Bangkon 1 yang terdampak. Yaitu, kawasan Jalan Raya Tlogomas, Jalan Baiduri Pandan, Jalan Kertoraharjo, Jalan Mayjen Panjaitan, dan Jalan Penanggungan.

”Hari ini (kemarin, Red) kami upayakan selesai. Besok (hari ini, Red) sudah kembali lancar,” terangnya.

Selain itu, kawasan terdampak juga sudah dimonitoring. Untuk memasok kebutuhan air pelanggan terdampak, Mafe menerjunkan 5 unit mobil tangki. Mereka disebar sesuai permintaan pelanggan.  ”Kami kirim air tangki sesuai urutan permintaan. Jika ada keluhan di kawasan lain terkait saluran air PDAM, bisa langsung melapor kepada kami,” pungkasnya.

Pada awal Januari 2019, pelanggan PDAM di delapan kelurahan juga mengalami krisis air bersih. Yaitu, Kelurahan Wonokoyo, Madyopuro, Bumiayu, Arjowinangun, Gadang, Buring, Lesanpuro, dan Tlogowaru. Dengan demikian, belum genap dua bulan ini sudah terjadi dua kali krisis air bersih.

Air mampet di kawasan tersebut berlangsung hingga empat hari. PDAM juga menyediakan jasa pengiriman air melalui mobil tangki. Tapi, tidak bisa mencukupi kebutuhan pelanggan. Di Kelurahan Madyopuro misalnya, banyak warga memilih mandi di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Juga ada yang mengambil air hasil pengeboran milik pengembang. Seperti yang dilakukan warga Perumahan Bulan Terang Utama (BTU).

Lowongan Dirut Sepi Pendaftar    

Sementara itu, hingga kini belum ada pimpinan definitif di PDAM Kota Malang. Sejak direktur utama (dirut) lama PDAM Jemianto pensiun pada Desember 2017, jabatan dirut dirangkap Anita Sari SH MH. Selain menjabat direktur administrasi, Anita juga merangkap sebagai pejabat sementara (Pjs) dirut PDAM.

Meski pendaftaran calon dirut PDAM sudah dibuka, tapi hingga kemarin (26/2) belum ada yang mendaftar secara resmi ke panitia seleksi (pansel). Dengan demikian, lowongan posisi dirut sepi pendaftar. ”Masih ada satu orang yang mendaftar, tapi untuk posisi dewan pengawas,” kata staf pansel di sekretariat yang enggan dikorankan namanya itu.

Ketua Pansel Direksi PDAM Kota Malang Abdul Malik menambahkan, pansel lebih banyak menerima konsultasi dari masyarakat. Ada yang langsung datang ke sekretariat, ada juga yang melalui telepon. ”Yang lewat telepon ada sekitar dua orang. Intinya, mereka tanya persyaratannya,” ungkap pria asal Kabupaten Nganjuk ini.

Dia menduga, para kandidat masih melihat kondisi lawan. Mereka masih melihat siapa yang mendaftar ke pansel. ”Mereka masih wait and see. Siapa pesaingnya,” ujarnya.

Dia memperkirakan akan banyak pendaftar pada saat mendekati penutupan. ”Biasanya jelang ditutup baru pada daftar, ditunggu saja,” terang pria yang tinggal di Kota Malang sejak 1978 ini.

Hal senada juga disampaikan Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko. Dia menyarankan pansel tak khawatir. Sebab, pendaftar diperkirakan akan datang jelang penutupan.

Kan masih beberapa hari (pendaftaran berlangsung). Lihat saja kalau akan ditutup, banyak yang mendaftar,” imbuh mantan anggota dewan empat periode ini.

Para calon pendaftar diperkirakan masih sibuk melengkapi berkas. Sebab, ada beberapa persyaratan yang membutuhkan waktu untuk mengurusnya. Misalnya surat keterangan catatan kepolisian (SKCK). ”Ngurus berkas persyaratan itu kan juga butuh waktu,” tandasnya.

Lalu, bagaimana kriteria calon dirut PDAM yang diinginkan Pemkot Malang? Sofyan Edi menjawab diplomatis. ”Pokoknya yang mau kerja keras dan paham cara mengelola usaha PDAM,” kata politikus Partai Golkar itu. 

Pewarta               : Fajrus Shidiq
Copy Editor         : Dwi Lindawati
Penyunting         : Mahmudan
Fotografer          : Luluk Setyowati