Lagi, 3 Eks Kades Terjerat Korupsi

KEPANJENKabar kasus korupsi kembali datang dari lingkup pemerintah desa (pemdes). Kali ini, ada tiga mantan kepala desa (kades) Dampit yang resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepanjen kemarin (8/8). Mereka adalah Zarkasi (menjabat tahun 2010), Lies Indracahya (menjabat tahun 2011–2013), dan Deny Eko Setyawan (menjabat tahun 2014–2016). ”Kasus ketiganya sama, terkait sewa tanah bengkok,” kata Kasipidsus Kejari Kepanjen Suseno SH MH.

Sebelumnya, pengungkapan kasus serupa juga telah dilakukan Kejari Kepanjen. Awal Juli lalu, mereka menangkap tiga mantan Lurah Sedayu, Kecamatan Turen. Kasusnya pun sama, terkait sewa-menyewa tanah bengkok atau tanah kas desa. Kala itu, kejari mengungkap ada nilai kerugian negara sebesar Rp 700 juta dari ketiganya. Di kasus terbaru yang melibatkan tiga mantan kades Dampit, kejari menyebut nilai kerugiannya Rp 732 juta.

”Yang paling banyak dilakukan tersangka Deny,” sambung Seno. Deny ditaksir membuat kerugian Rp 571 juta. Sementara tersangka Zarkasi merugikan Rp 42 juta. Sedangkan Lies membuat merugikan Rp 117 juta. Modus yang dilakukan ketiga tersangka pun sama. Yakni, menyewakan tanah kas desa untuk kepentingan pribadi. Padahal, sesuai aturan yang berlaku, uang hasil sewa tanah bengkok seharusnya masuk ke kas desa.

 

 



Pewarta: Silvi
Penyunting: Bayu Mulya
Copy Editor: Dwi Lindawati
Foto: Miftahul Huda