Laga Amal Haringga, Arema Ditahan Imbang MU

KABUPATEN MALANG – Arema FC dan Madura United  harus puas bermain sama kuat dengan skor 1-1 pada laga amal untuk Haringga Sirila di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, tadi malam (29/9). Gol Arema FC dicetak Dendi Santoso pada menit ke-49. Sedangkan gol penyeimbang kedudukan dicetak Risky Dwi pada menit ke-79.

Meski hanya bertajuk laga amal, kedua kesebelasan tampil lepas. Mereka tampil ngotot ingin memenangkan pertandingan ibarat laga final. Jual beli serangan dilakukan kedua tim sepanjang 90 menit.

Terlepas dari hasil pertandingan, gelaran laga amal tersebut terbilang sukses. Sebanyak lebih dari 40 ribu Aremania memadati tribun stadion, bahkan hingga meluber ke sentel ban.

Dua menit laga berjalan, Madura United langsung melakukan inisiasi serangan dan memperoleh peluang pertama. Milad Zeneyedpour melakukan tendangan bebas, tapi berhasil ditepis keluar lapangan oleh kiper Arema FC Utam Rusdiana.

Arema tampak kesulitan membuka menit-menit awal pertandingan. Hamka Hamzah dkk baru memperoleh peluang pertama pada menit ke-15. Johan Alfarizie melakukan sundulan kepala ke arah gawang setelah menerima umpan dari Alfin Tuasalamony.

Dua menit berselang, giliran Dedik Setiawan yang mendapatkan peluang. Namun, Satria Tama, kiper Madura United, memang menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu penjaga gawang terbaik di Indonesia.

Laga yang awalnya terlihat monoton, baru enak ditonton pada menit ke-20. Arema FC maupun Madura United saling membalas serangan. Meski hanya bertajuk laga amal, tapi kedua tim ingin menunjukkan keseriusan mereka dalam memenangkan laga sore itu.

Dua kartu kuning dijatuhkan wasit Jumadi Efendy pada laga tersebut. Keduanya untuk pemain Madura United, yaitu Fabiano Beltrame dan Benny Wahyudi.

Upaya Madura United mencoba mencetak gol melalui tendangan jarak jauh Alfath Fathier pada menit ke-27. Beruntung Utam masih siap dan menghentikan laju bola.

Menit ke-34, giliran Engelbird Sani yang melakukan tendangan dari luar kotak penalti. Namun, Utam kembali masih sigap dan menepis bola. Jual beli serangan terus berlangsung. Namun hingga jeda, skor tetap bertahan 0-0.

Pada awal babak kedua, Arema akhirnya membuka gol pembuka lebih dulu. Gol cantik tersebut dicetak Dendi Santoso pada menit ke-49 memanfaatkan posisi penjaga gawang yang salah posisi. Melihat itu, pemain bernomor punggung 41 tersebut langsung mencungkil bola dan memperdaya Satria Tama hingga mengubah kedudukan menjadi 1-0.

Meski bermain di Malang, Madura United tampil menggebu. Peluang emas didapatkan oleh Zah Rahan pada menit ke-58. Zah Rahan sukses menyontekkan bola ke arah gawang Arema setelah mendapat umpan dari Bayu Gatra yang sebelumnya telah mengubrak-abrik lini pertahanan Arema. Beruntung bola tersebut masih mengarah ke Kurniawan Kartika Ajie yang masuk pada babak kedua.

Dendi Santoso sempat hampir menggandakan keunggulan Arema pada menit ke-73. Hanya, tendangan langsungnya tersebut masih melebar tipis di sisi gawang yang dikawal Satria Tama.

Justru Madura United berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui sepakan Risky Dwi pada menit ke-79. Tendangan pemain bernomor punggung 16 tersebut mencetak gol melalui tendangan bebas, membentur tiang gawang, dan bergulir melewati garis gawang yang dijaga Kartika Ajie.

Berhasil menyamakan kedudukan, pemain Madura United semakin beringas dan bernafsu untuk mencetak gol. Madura United hampir saja membalikkan keadaan pada menit ke-84 setelah Bayu Gatra melakukan tendangan kencang mendatar dan tangkapan dari Ajie kurang sempurna. Beruntung tidak ada pemain Madura United lainnya yang berada di depan gawang Arema.

Namun, hingga menit terakhir, kedudukan tidak berubah. Kedua tim harus berpuas diri dan bermain sama kuat pada laga amal ini serta mengakhiri pertandingan dengan skor imbang 1-1.

Menanggapi laga itu, CEO Arema FC Iwan Budianto mengungkapkan bahwa dia senang dengan laga amal tersebut. ”Alhamdulillah, animo dari masyarakat, Aremania, terbilang sangat baik,” ujar pria yang akrab disapa IB itu.

Dia menganalisis bahwa tingginya animo Aremania tersebut dikarenakan rasa kemanusiaan yang dimiliki Aremania untuk ikut menyumbang pada laga itu.

Tak hanya itu, dia menyampaikan bahwa antusiasme tersebut terbukti dari jumlah Aremania yang hadir. ”Saya ingat betul pada laga melawan Madura, jumlah penontonnya hanya sekitar 3.000 orang,” terangnya. Namun, pada laga tadi malam penonton berjubel dan membeludak hingga ke pinggir lapangan, bahkan di luar stadion.

Dia juga berterima kasih kepada Aremania yang meminta masuk ke dalam lapangan dan tetap menyumbang meski hanya menikmati beberapa menit terakhir pertandingan. ”Akhirnya panpel tadi (kemarin) membuka gerbang, tapi Aremania tetap meminta agar disediakan kotak amal,” terangnya. (gg/c2/abm)