Laba Bersih BJB Capai Rp 903 Miliar | JawaPos.com

Laba Bersih BJB Capai Rp 903 Miliar | JawaPos.com

JawaPos.com – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar 9,2 persen menjadi Rp 903 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Laba bersih tersebut berada diatas rata-rata industri perbankan per Mei 2018 yang sebesar 7,7 persen year on year,” kata Direktur Utama BJB Ahmad Irfan di Jakarta, Rabu sore (1/8).

Sementara Total Aset Bank BJB tercatat sebesar Rp113,4 triliun  atau tumbuh sebesar 4,5 persen year on year. Bank BJB  juga berhasil menyalurkan kredit dengan total kredit sebesar Rp72,3 triliun.

Pada laporan laba rugi, Net Interest Income berhasil tumbuh sebesar 3,7 persen year on year, Fee Based Income berhasil tumbuh secara signifikan sebesar 20,3 persen year on year dan Biaya CKPN berhasil diturunkan sebesar 48,9 persen year on year.

Di sisi pendanaan, lanjutnya, dengan komitmen Bank BJB  untuk terus meningkatkan pelayanan demi memahami masyarakat Indonesia dan didukung dengan pengembangan teknologi yang baik untuk mempermudah layanan transaksi nasabah dengan cepat, bank bjb berhasil menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) dengan total sebesar 88,8 triliun rupiah.

“Berbagai indikator penting dalam rasio keuangan cukup terjaga dengan baik, dimana selain profitabilitas bank yang positif, bank bjb juga secara konsisten berhasil menjaga tingkat efisiensi serta kualitas aset,” tuturnya.

Irfan melanjutkan, di triwulan II ini perseroan berhasil menjaga angka kredit bermasalah atau Noan Performance Loan (NPL) pada level 1,6 persen lebih baik dibandingkan industri perbankan per Mei 2018 yang sebesar 2,79 persen.

Adapun pertumbuhan kredit dan DPK, kata dia, tentunya menyesuaikan dengan situasi ekonomi nasional sehingga yang menjadi concern kami adalah bagaimana agar pertumbuhan kredit dan DPK ini dapat berjalan seimbang sehingga kami lebih efisien dalam mengelola Asset dan Liabilities.

“Target kita adalah bisnis yang berkualitas. Diharapkan, Bank BJB  tetap eksis di masa yang akan datang dan dapat masuk dalam jajaran 10 besar bank nasional yang berkinerja baik” tandasnya.

(mys/JPC)