Kurir Sabu Malaysia Mengaku Bisa Lolos karena Tidak Diperiksa Petugas

JawaPos.com- Dua kurir narkoba asal Malaysia, Chia Kim Hwa dan Henry Lau Kie Lee mengaku tidak diperiksa petugas saat tiba di Bandara Juanda Surabaya. Keduanya akhirnya lolos dan membawa sabu-sabu 1,05 kg masuk ke Surabaya. Pengakuan ini disampaikan saat sidang di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (27/3).

Terdakwa menyatakan, saat di Bandara hanya melewati mesin X-ray saja. Keduanya menggelengkan kepala saat Ketua Majelis Hakim Dwi Purwadi menanyakan apakah petugas memeriksa badan mereka dengan alat metal detektor dan pemeriksaan fisik secara manual.

“Saya melewati petugas begitu saja tanpa diperiksa. Disuruh masuk saja,” ujar Chia dalam bahasa mandarin yang disampaikan penerjemahnya.

Paket sabu-sabu itu mereka bawa dari Malaysia dengan ditempelkan ke badan menggunakan selotip. Hakim tidak percaya ketika keduanya mengaku tidak tahu kalau yang mereka bawa sabu-sabu. “Tidak mungkin kalian tidak tahu kalau dililitkan ke badan itu. Kalau barang biasa ngapain tidak ditaruh di tas saja,” kata hakim Dwi.

Mendengar keraguan itu, mereka tetap kukuh kalau tidak tahu isinya narkoba. Keduanya menyatakan hanya menerima perintah saja dari bandar di Malaysia. Mereka bersedia membawa sabu-sabu ke Surabaya karena dijanjikan pekerjaan di Hongkong.

“Saya curiga ada yang tidak beres, tapi tidak bisa menolak,” tambah Henry.

Mereka ditangkap setelah lima jam mendarat di bandara. Barang bukti sabu-sabu itu disembunyikan di balik ranjang kamar hotel tempat mereka menginap. Rencananya, sabu-sabu itu akan diambil oleh seseorang yang meneleponnya. Sejak dari Malaysia sampai di Surabaya, mereka dibimbing bandarnya melalui telepon dan pesan singkat.

Kedua terdakwa ditangkap Polda Jatim di Hotel Choice City BG Junction pada 19 Oktober 2018 lalu. Mereka menjadi kurir setelah diperintah bandar asal Malaysia bernama Sihai yang kini masih buron. Chia dan Henry sebelumnya berkenalan dengan Sihai melalui aplikasi pesan singkat. Dalam percakapan maya, bandar narkoba tersebut membohongi kedua terdakwa dengan menjanjikan akan diperkerjakan di Hongkong.

Janji itu membuat para terdakwa tertarik. Mereka lalu terbang naik pesawat dari Serawak ke Kuala Lumpur atas permintaan Sihai. Sesampai di Kuala Lumpur, keduanya diminta mengurus administrasi dan dokumen keimigrasian. Tapi bukannya malah dipekerjakan di Hongkong, keduanya justru diterbangkan ke Surabaya sembari membawa paket sabu-sabu.

Keesokan harinya, kedua terdakwa tiba di Bandara Juanda. Mereka lalu menginap di hotel yang sudah dipesankan seorang kolega Sihai. Sihai memberikan pesan bahwa akan ada ada seseorang yang datang untuk mengambil paket. Setelah itu, mereka ditangkap Polda Jatim dengan barang bukti empat paket sabu-sabu.

Editor           : Dida Tenola

Reporter      : Lugas Wicaksono