Kupas Tiga Jurus Geber Pembangunan

KOTA BATU -– ”Banyak jalan menuju Roma”. Peribahasa itu sepertinya tepat menggambarkan bagaimana pemerintah daerah membangun wilayahnya. Selama ini pandangan klasik masih saja mendominasi beberapa daerah. Pandangan tersebut yakni mengandalkan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), suntikan bantuan dari pemprov dan pemerintah pusat. Padahal ada beberapa cara lain yang bisa ditempuh untuk membangun suatu daerah. Penjabarannya disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Iskandar Simorangkir di Amarta Hills Hotel and Resort kemarin (8/3).

”Bisa dengan sewa aset daerah, obligasi, atau menggaet investor swasta,” terang dia dalam seminar bertajuk ”Alternatif Pembiayaan untuk Mempercepat Pembangunan Infrastruktur di Daerah”. Poin itu menurut dia menjadi salah satu poin utama dalam mendorong pemerataan pembangunan. ”Tujuannya memang untuk membuka wawasan bersama, bahwa membangun daerah tidak terbatas pendanaan APBD maupun APBN,” tambahnya.

Salah satu cara yang menurut dia bisa ditempuh yakni membuat sejumlah terobosan. Dengan cara itu, pemerintah daerah bisa mendapat kucuran dana dari sejumlah pihak. ”Diajak swasta misalkan, atau obligasi daerah, tawarkan ke bursa efek. Orang membeli, uangnya buat membangun daerah,” papar Iskandar. Terpisah, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko mengakui bila ketersediaan infrastruktur menjadi salah satu kendala pihaknya dalam mengembangkan daerah. ”Kami hanya punya jalan satu, cuma jalan provinsi sekitar 30 km,” terang dia.

Efek yang bakal dirasakan yakni kemacetan di hari-hari libur panjang maupun pendek. ”Dulu ketika belum ada satu juta (wisatawan) yang datang ke Kota Batu memang belum macet, sekarang sudah 6 juta lebih,” jelasnya. Dia menyambut baik hasil dari seminar tersebut. Baginya, itu menjadi masukan berharga untuk Pemkot Batu agar bisa memaksimalkan potensi daerahnya.

Pewarta               : Mochamad Sadheli
Copy Editor         : Amalia Safitri
Penyunting         : Bayu Mulya
Fotografer          : Mochamad Sadheli