Kunjungan Studi Student Exchange SMAN 9 Malang dan Attarkiah Islamiah Institute Narathiwat Thailand

 

MALANG – Siswa-siswi sekolah Attarkiah Islamiah Thailand yang sedang menjalani kegiatan pertukaran pelajar beserta siswa-siswi SMAN 9 Malang melakukan kunjungan studi ke Pemkot Malang pada Senin (16/09) bertempat di Ruang Sidang Balai Kota Malang. Rombongan dari Thailand yang berjumlah 19 orang dipimpin oleh Ibu Ustadzah Solihah beserta rombongan dari SMAN 9 Malang disambut langsung oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Sosial dan Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Malang.

Ketua Panitia program student exchange Elia Ruslina, M.Pd juga menyampaikan rasa terima kasihnya atas apresiasi dan sambutan Pemkot Malang yang sangat baik dalam kunjungan tersebut. “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kesempatan yang diberikan kepada kami untuk melaksanakan kunjungan ini” ujarnya.

Selanjutnya, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Sosial Sri Winarni menyampaikan harapannya agar siswa-siswi dari Thailand beserta guru pendamping bisa mendapatkan pengalaman dan kesan tak terlupakan di Kota Malang meski dalam waktu yang relatif singkat. Beliau juga menyampaikan beberapa hal tentang Kota Malang, mulai dari sejarah singkat hingga filosofi yang dijunjung oleh Kota Malang.

Pembangunan di bidang pendidikan merupakan prioritas utama dalam gerak pembangunan Kota Malang. Sehubungan dengan hal tersebut, Pemerintah kota malang telah mengembangkan jenis dan fasilitas pendidikan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan sesuai dengan undang nomor 20 tahun 2003. “Kota Malang merupakan kota yang sering disebut sebagai kota pariwisata dan kota pendidikan, oleh karena itulah kegiatan yang sedang berlangsung pada saat ini selaras dengan visi Kota Malang. Kami sangat mengapresiasi dan mendukung program ini” ujar Sri Winarni.

Sebelum menutup sambutan, Sri Winarni kembali menekankan manfaat yang akan diperoleh dari program-program seperti student exchange ini, diantaranya adalah sarana untuk membangun wawasan serta ruang lingkup yang lebih luas lewat kerjasama dua negara. “Tentu program ini akan membuat siswa saling menghargai nilai-nilai budaya satu sama lain dan dapat mempererat tali persaudaraan antarnegara” tambahnya.

Usai semua sambutan disampaikan, acara dilanjutkan dengan tukar menukar cinderamata. Setelah itu, para murid dan guru melakukan sesi foto bersama dan melanjutkan perjalanan ke destinasi selanjutnya. (Rn)