Kuncinya, Rutin Belajar Tiap Malam dan Tingkatkan Ibadah

Bersaing dengan 132 peserta dari berbagai penjuru Nusantara, Aditya Rio Wibowo sukses membuktikan kapasitasnya. Berhasil menyabet medali emas di ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2018, dia turut mengharumkan nama Kabupaten Malang.

”Terima kasih Adit sudah mengharumkan nama Kabupaten Malang,” kalimat tersebut disampaikan langsung Bupati Malang Dr H. Rendra Kresna kepada Aditya Rio Wibowo kemarin (19/7). Kehadiran Rendra di SMP Negeri 1 Turen, tempat sekolahnya Aditya, bukan tanpa maksud. Pejabat kelahiran 22 Maret 1962 itu hadir untuk meresmikan Masjid Baiturrahman SMP Negeri 1 Turen. Memenuhi undangan dari pihak sekolah.

Di sela-sela kunjungan itulah, Rendra menyempatkan untuk menemui Aditya Rio Wibowo. Dia baru saja menyabet medali emas di ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) di Padang, Sumatera Barat, 7 Juli lalu. Sebelum turun di kompetisi nasional, Aditya harus melewati sejumlah tahapan. OSN ilmu pengetahuan sosial (IPS) tingkat Kabupaten Malang menjadi ajang pertama yang harus dia ikuti. Di kompetisi yang tersaji awal April lalu, dia berhasil keluar sebagai juara pertama.

Sukses itu membuat dia berhak mengikuti seleksi di tingkat provinsi. ”Setelah melalui seleksi di tingkat provinsi, tidak ada kategori juara yang diumumkan. Pemberitahuannya hanya saya lolos sebagai 64 peserta terbaik yang akan maju ke tingkat nasional,” terang remaja kelahiran 13 Februari 2004 itu. Namanya masuk dalam daftar tersebut.

Persiapan untuk turun di ajang yang lebih tinggi menjadi pekerjaan selanjutnya. Tercatat, dia hanya punya waktu sebulan untuk mempersiapkan diri. ”Kalau belajar seperti biasa, ketika malam hari seperti kalau besoknya sekolah. Tapi, kalau ibadah memang ditingkatkan supaya lebih tenang saat lomba,” kata dia.



Di Kota Padang, Sumatera Barat, 132 peserta menjadi pesaingnya. ”Kalau mental sudah mantap, yang bikin agak nggak nyaman di sana cuacanya panas sekali,” imbuh warga Desa Jambangan, Kecamatan Dampit, tersebut. Saat lomba, dia harus menyelesaikan 40 soal pilihan ganda dan 6 soal uraian. Semua bisa dia kerjakan dengan lancar. Selain matangnya persiapan, kesukaan dia dengan mata pelajaran IPS membuatnya lebih nyaman.

”Kalau belajar sejarah itu seperti mendengar cerita, mudah diingat ketimbang menghitung, karena harus pakai rumus,” tambah dia. Sukses mengharumkan nama sekolah dan Kabupaten Malang, kini dia harus mulai bersiap untuk ujian akhir. ”Pengennya ya berprestasi terus sampai nanti, supaya orang tua bangga dan saya dapat beasiswa,” terang siswa kelas IX SMP tersebut. Dari pengamatan koran ini, dukungan terhadap putra pasangan Hadi Wibowo dan Umi Hani itu memang terus mengalir.

”Ayah dan ibu tidak pernah menuntut, tapi kalau bisa berprestasi, bagi saya itu akan lebih baik,” sambungnya. Pihak sekolah juga punya peran besar. Segala persiapan dan keperluan untuk lomba sudah disediakan SMPN 1 Turen. Salah satunya fasilitas laptop yang dipergunakan Aditya untuk mengerjakan soal-soal lomba.

Penyunting: Bayu Mulya
Copy Editor: Dwi Lindawati
Foto: Bayu Eka Novanta