Kuliah Ke Saudi Arabia? Kamu Wajib Tes TOAFL Ke UIN Malang Dulu

KOTA MALANG – Bahasa Arab merupakan salah satu bahasa International. Karena itu, tak sedikit perusahaan menerapkan tes bahasan kepada pelamar. Standar bahasa Inggris adalah tes Toefl, maka untuk bahasa arab adalah Test of Arabic as a Foreign Language (TOAFL).

Sayangnya, tak seperti TOEFL yang materi tes telah terstandart internasional di British Council atau Oxford, TOAFL belum memiliki sistem standarisasi. Soal TOAFL hingag saat ini masih dibuat sendiri-sendiri tergantung kebijakan masing-masing institusi.

“Kita masih menuju ke sana (tersistematis seperti TOEFL),” terang dosen Program Khusus Pengembangan Bahasa Arab (PKPBA), Dr. Nur Qomari, M.Pd.

Doktor yang disertasinya mengambil topik tes kemampuan berbahasa Arab itu menambahkan, untuk menuju standarisasi bersama, Kementerian Agama telah menunjuk beberapa kampus yang menjadi acuan untuk digunakan sebagai tempat tes TOAFL, salah satunya UIN Malang.

“Ada UIN Surabaya juga dan (UIN) Jakarta yang ditunjuk,” ujarnya.



Selanjutnya, ia menjelaskan, hasil tes TOAFL dari kampus-kampus yang ditunjuk Kemenag itu nantinya digunakan untuk syarat beasiswa S2, dan juga berkas melamar pekerjaan di jajaran Kemenag.

“Kalau mengambil Tes TOAFL di luar kampus yang ditunjuk, nggak bisa digunakan,” tegas alumni UIN Malang itu.

Tes TOAFL bukan hal baru bagi mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), terutama di UIN Malang. Sebab, sertifikat hasil tes TOAFL menjadi syarat wajib yang perlu disertakan saat ujian skripsi, tesis, atau disertasi.

Pewarta: Bob Bimantara Leander
Foto: Bob Bimantara Leander
Penyunting: Fia