Kuliah di Luar Surabaya Bisa Ajukan Beasiswa ke Dinas Pendidikan

JawaPos.com – Pemkot memberikan banyak beasiswa kepada warga yang kuliah di Surabaya. Namun, banyak warga yang kuliah di luar daerah yang juga membutuhkan bantuan serupa. Karena itu, Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya mulai mendata mahasiswa tak mampu di luar daerah.

”Kami mulai mendata yang di luar Surabaya. Sudah ada yang di Universitas Brawijaya Malang, UGM Jogjakarta, UI, sampai ITB,” ujar Kepala Dispendik Surabaya Ikhsan. Mereka mendapatkan bantuan uang untuk biaya hidup dan pembayaran uang kuliah tunggal (UKT).

Bantuan biaya hidup disesuaikan dengan standar hidup di Surabaya. Hal tersebut dilakukan agar sistem penentuan biaya tidak terlalu rumit. Sementara itu, UKT bakal dibayarkan penuh sesuai tagihan. ”Misalnya, di kedokteran Rp 10 juta, ya kami lunasi,” ujarnya.


Saat ini ada 1.189 mahasiswa penerima beasiswa. Dia menyatakan, jumlahnya bakal terus bertambah. Beasiswa tak hanya diberikan kepada mahasiswa baru. Mahasiswa lama juga bisa mengajukan.

Syarat utamanya adalah warga Surabaya yang memiliki surat keterangan tidak mampu, belum menikah, serta sehat jasmani dan rohani. Persyaratan tersebut bisa diajukan ke kantor Dispendik Surabaya. Dengan begitu, tidak ada halangan bagi siswa yang tak mampu untuk bisa kuliah.

Namun, bantuan tersebut belum bisa diberikan ke seluruh perguruan tinggi di Surabaya. Hanya perguruan tinggi yang sudah bermitra dengan pemkot yang bisa ditempati mahasiswa penerima beasiswa.

Meski terbatas, pemkot telah menambah jumlah kampus yang menjadi mitra. Yakni, Poltekkes, Pens, ITS, PPNS, Unesa, Unair, Uinsa, UPN, UIN Malang, dan Universitas Trunojoyo Madura. ”Kami juga mulai kerja sama dengan kampus swasta,” lanjutnya.

Dua di antaranya, Ubaya dan Unitomo. Dia menyatakan, mahasiswa yang mendapatkan beasiswa di kampus swasta bakal mendapatkan pembiayaan dari dua pihak. Yakni, perusahaan melalui anggaran corporate social responsibility (CSR) dan APBD pemkot.

Kalangan dewan meminta kerja sama dengan pihak swasta diperbanyak. Dengan begitu, beasiswa tidak hanya dibebankan dengan APBD.

Ikhsan sepakat dengan hal tersebut. Sebab, mahasiswa yang dibiayai perusahaan dijamin tidak akan menganggur karena perusahaan bakal langsung mempekerjakan mahasiswa penerima beasiswa itu di perusahaannya. ”Memang kerja sama seperti ini yang terus dikembangkan,” tuturnya.