KRL Premium Diuji Coba di Relasi Bekasi dan Tenggerang

JawaPos.com – PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) akan melakukan uji coba KRL Premium disejumlah relasi. Rencananya uji coba akan dilakukan pada pertengahan 2019.

Direktur Pemasaran dan Operasional PT KCI Sobakir mengatakan, sebelum diluncurkan akan dilakukan uji coba terlebih dahulu. Uji coba dilakukan di jalur yang tidak terlalu padat, seperti relasi Bekasi dan Tanggerang.

“Diupayakan uji cobanya di relasi yang agak longgar, tidak arah Bogor tapi ke Bekasi dan Tanggerang ya,” kata Sobakir, Jumat (22/12).

Ia menambahkan uji coba diharapkan tidak menganggu perjalanan kereta reguler. Karena KRL merupakan moda transportasi massal berbasis rel yang paling diminati oleh masyarakat.

“Bisa saja kalau melihat headway. Kalau headway di pososi jam 09.00-13.00 WIB ada kelonggaran headway 17 menit kami selipkan di tengahnya bisa menjadi 8-10 menit,” ucapnya.

Menurutnya KRL Premium ini tidak dikhususkan bagi pelanggan yang mampu saja. Tetapi tetap untuk sesuai kalangan, sesuai dengan kebutuhan. Karena memang ada beberapa fasilitas yang diberikan jika menggunakan KRL Premium ini.

Fasilitasnya seperti, wifi, tidak semua stasiun berhenti, kapasitas angkut hanya 125 persen, serta menggunakan jalur kereta luar biasa (KLB). Namun penumpang harus membayar dengan tarif Rp 20 ribu untuk satu kali perjalanan.

“Kamu hanya ingin menambahkan pelayanan saja, untuk pemanfaatan seluruhnya saja boleh. Bukan mampu tidak mampu, siapa saja silahkan meeninkmati, pilihannya saja,” ucapnya.

Seperti diketahui, PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mulai 2019 akan mengoperasikan Commuter Line kelas Premium. Penumpang pun memiliki pilihan untuk menggunakan angkutan umum berbasis rel ini.

Diberi nama premium lantaran harga dan fasilitas yang ditawarkan pun berbeda dengan KRL reguler. Untuk tiket dibanderol hingga Rp 20 ribu untuk satu kali perjalanan. 

Harga berbanding jauh bila membandingkan tarif KRL regular yang dikenaikan tarif Rp 3.000, setelah mendapatkan public service obligation (PSO) atau subsidi.

(wiw/JPC)