Kriteria Ketua DPRD Surabaya: Bervisi Pendidikan dan Kesehatan

JawaPos.com – Setelah hasil pemilu diketahui, perebutan kursi pimpinan dewan menjadi isu yang hangat dibicarakan di dewan. Sebab, siapa yang menjadi pimpinan dewan itu ternyata ditentukan sampai ke tingkat pengurus pusat partai. Suara-suara dari bawah menjadi masukan agar pimpinan dewan kelak bisa lebih mumpuni dalam menjalankan fungsi controlling.

Anggota Dewan Pendidikan Kota Surabaya Murpin Josua Sembiring mengungkapkan sejumlah kriteria sosok yang layak menjadi ketua DPRD Surabaya. Dia menyebutkan, sosok pimpinan dewan itu harus punya visi yang bagus terkait dengan pendidikan, ekonomi, persatuan, dan budaya. Sebab, hal-hal itulah yang menonjol sebagai ciri Kota Surabaya.

“Surabaya itu kota pendidikan dan perdagangan yang menjadi rujukan kemajuan Indonesia Timur. Karena orang pintarnya banyak, juga berbudaya. Saya ingin Kota Surbaya ini menjadi kota yang modern dan ternyaman bagi semua perbedaan,” ujar Murpin kemarin (15/5). Murpin mengaku pernah terlibat dalam penyusunan rencana strategis Kota Surabaya.

Selain itu, pimpinan dewan harus menjadi partner yang seimbang bagi wali kota. Partner yang tentunya juga bisa memberikan masukan serta kritik yang tepat. Sebab, anggaran Kota Surabaya begitu besar, mencapai Rp 9 triliun.



“Pimpinan DPRD itu juga harus punya track record yang bersih. Kalau tidak bersih, tentu akan sulit punya ketegasan terhadap kebenaran. Takutnya, dia terjebak atau tersandera masa lalunya,” kata Murpin yang juga menjadi rektor Universitas Ma Chung di Malang itu.

Meski memberikan banyak kriteria, Murpin masih enggan menyebutkan nama yang cocok. Soal nama, biarlah proses yang berjalan. “Kalau menyebut nama, itu susah. Yang pasti, dia beragama tapi nasionalis,” imbuh dia.

Sudah hampir pasti puncak pimpinan DPRD Surabaya menjadi milik PDI Perjuangan. Sebab, partai tersebut memperoleh suara terbanyak dan mengirimkan 15 caleg mereka sebagai anggota dewan periode 2019-2024. Jumlah tersebut sama dengan DPRD Surabaya periode 2014-2019.

Nama kuat yang mencuat, antara lain, Baktiono yang sudah lima periode menjadi anggota DPRD Surabaya. Selain itu, ada Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPC PDI Perjuangan Surabaya Adi Sutarwijono serta Sekretaris DPC PDI Perjuangan Syaifuddin Zuhri.

Di tingkat masyarakat, sosok ketua yang sering disebut adalah mereka yang peduli pada masyarakat kecil. Misalnya, yang diungkapkan Ketua RW XI Kelurahan Wonokromo Bagus Hendra Prasetyo. Dia menuturkan, salah seorang yang punya track record bagus adalah Baktiono. Dia menyebutkan, sudah banyak warga yang pernah dibantu Baktiono. Termasuk dirinya. “Tiange niku sae. Pak Baktiono niku peduli kalean tiang alit. Terutama pendidikan dan kesehatan,” ujar dia kemarin.

Dia pun mendukung bila Baktiono dicalonkan sebagai pimpinan dewan. Bahkan, dia pernah menyampaikan dukungan itu langsung kepada Baktiono. “Tapi, tiange mung mesem. Opo jare partai,” tambah dia.

Nama-nama tersebut memang sedang berebut pengaruh untuk mendapatkan dukungan dari internal partai. Suara masyarakat umum di Surabaya yang menjadi lumbung PDI Perjuangan juga menjadi masukan berharga.