25.9 C
Malang
Rabu, Februari 28, 2024

Warga Tebo Kehilangan Modal Rp 15 Juta

Awas Tertipu Penjual Hewan Kurban Online

 

KABUPATEN – Hari Raya Idul Adha semakin dekat. Umat muslim pun sudah mulai membeli kambing dan sapi untuk dijadikan hewan korban. Di luar dugaan, ada pihak tertentu yang memanfaatkan momen tersebut untuk melakukan penipuan.

Salah satu korbannya adalah Abdul Mufid, 23, warga Tebo Tengah, Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun. Dia berencana membeli 13 ekor kambing untuk dijual kembali jelang Idul Adha agar mendapat untung. Sayang, Mufid menjadi korban penipuan gara-gara tertarik membeli kambing murah melalui Facebook.

Peristiwa pemesanan kambing itu sebenarnya terjadi pada 6 Mei lalu. Mufid pun kehilangan uang sebanyak Rp 15 juta. Namun dia baru mengabarkan penipuan dengan terduga pria bernama Udin itu melalui media sosial beberapa hari terakhir.

”Niat saya supaya masalah ini bisa diketahui banyak orang dan tidak ada yang tertipu lagi. Ternyata ada korban lain yang mengirim pesan ke saya,” kata dia ketika ditemui pada Kamis (15/6), di kandang ternaknya, Dusun Sumberpang Lor, Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir.

Mufid menceritakan, awal mula kasusnya adalah ketika dia berkenalan dengan Udin pada 26 April 2023 melalui media sosial. Ketika itu, Mufid mem-posting pengumuman mencari kambing untuk kurban dan meninggalkan nomor WhatsApp. Pengumuman itu direspons Udin dengan menawarkan kambing murah.

Baca Juga:  GTT Bejat asal Singosari Dihukum 20 Tahun

Mufid tertarik dan memesan 13 ekor kambing dengan total harga Rp 36,8 juta. Kambing-kambing itu memang benar-benar datang ke kandang milik Mufid di Wagir pada 6 Mei 2023 siang. Yang mengantarkan pria bernama Aan dari Kabupaten Jombang. Namun, kejanggalan terjadi pada saat dilakukan pembayaran.

”Awalnya saya tanya apakah bayar langsung ke Aan atau ke Udin. Aan bilang ke Udin saja,” terang Mufid. Saat itu juga Mufid mentransfer uang ke rekening Udin. Karena ada limit besaran transfer, yang bisa dikirimkan baru Rp 15 juta.

Tiba-tiba Aan meminta proses transfer ditunda. Mufid pun marah dan mempertanyakan kambing-kambing tersebut milik siapa. Khawatir terjadi penipuan, Mufid membawa Aan ke Polsek Wagir. Di kantor polisi itulah diketahui bahwa kambing-kambing itu milik Aan yang hendak dibeli Udin dengan harga Rp 47,6 juta. Namun Aan belum menerima uang sepeser pun dari Udin.

Akhirnya Mufid menyadari bahwa dia dan Aan adalah korban penipuan. Belakangan diketahui bahwa Udin yang mengaku berasal dari Probolinggo menggunakan identitas palsu. Nama aslinya adalah Rifa Ilham Hidayatul asal Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung.

Baca Juga:  Bea Cukai Sita 46.400 Bungkus Produksi Asal Gondanglegi

Transfer uang Rp 15 juta itu juga bukan ke rekening atas nama Udin. Melainkan ke rekening seorang perempuan yang setelah dilacak berasal dari Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.

Tak seperti penipu lain yang selalu menyembunyikan wajahnya, Udin atau Rifa justru berani menampakkan muka. ”Kalau saya video call itu dia angkat,” ucap dia.

Melalui sharing kisah di Facebook, Udin akhirnya mengetahui korban penipuan semacam itu bukan dia sendiri. Ada korban-korban lain dari Kabupaten Malang, Kediri, Jombang, Gresik, Pasuruan, Klaten (Jawa Tengah) dan lain sebagainya.

Rifa juga memalsukan foto KTP untuk mengelabui para korban. Modus itu dilakukan karena dalam jual beli tersebut dilakukan tukar foto KTP agar bisa saling percaya. ”Ada korban yang bilang bahwa Udin (Rifa) itu tinggal di Tebo. Saat saya tanya, korban itu menunjukkan foto KTP milik saya, tapi wajahnya diedit atau diganti Udin,” imbuh Mufid.

Dia juga menganggap persoalan dengan Aan selesai. Itu setelah Aan memberikan satu ekor kambing miliknya sebagai tanggung jawab karena mengizinkan transfer uang ke Udin untuk pembayaran kambing. (biy/fat)

 

KABUPATEN – Hari Raya Idul Adha semakin dekat. Umat muslim pun sudah mulai membeli kambing dan sapi untuk dijadikan hewan korban. Di luar dugaan, ada pihak tertentu yang memanfaatkan momen tersebut untuk melakukan penipuan.

Salah satu korbannya adalah Abdul Mufid, 23, warga Tebo Tengah, Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun. Dia berencana membeli 13 ekor kambing untuk dijual kembali jelang Idul Adha agar mendapat untung. Sayang, Mufid menjadi korban penipuan gara-gara tertarik membeli kambing murah melalui Facebook.

Peristiwa pemesanan kambing itu sebenarnya terjadi pada 6 Mei lalu. Mufid pun kehilangan uang sebanyak Rp 15 juta. Namun dia baru mengabarkan penipuan dengan terduga pria bernama Udin itu melalui media sosial beberapa hari terakhir.

”Niat saya supaya masalah ini bisa diketahui banyak orang dan tidak ada yang tertipu lagi. Ternyata ada korban lain yang mengirim pesan ke saya,” kata dia ketika ditemui pada Kamis (15/6), di kandang ternaknya, Dusun Sumberpang Lor, Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir.

Mufid menceritakan, awal mula kasusnya adalah ketika dia berkenalan dengan Udin pada 26 April 2023 melalui media sosial. Ketika itu, Mufid mem-posting pengumuman mencari kambing untuk kurban dan meninggalkan nomor WhatsApp. Pengumuman itu direspons Udin dengan menawarkan kambing murah.

Baca Juga:  Kembangkan Game Edukasi Tentang Kekerasan Anak

Mufid tertarik dan memesan 13 ekor kambing dengan total harga Rp 36,8 juta. Kambing-kambing itu memang benar-benar datang ke kandang milik Mufid di Wagir pada 6 Mei 2023 siang. Yang mengantarkan pria bernama Aan dari Kabupaten Jombang. Namun, kejanggalan terjadi pada saat dilakukan pembayaran.

”Awalnya saya tanya apakah bayar langsung ke Aan atau ke Udin. Aan bilang ke Udin saja,” terang Mufid. Saat itu juga Mufid mentransfer uang ke rekening Udin. Karena ada limit besaran transfer, yang bisa dikirimkan baru Rp 15 juta.

Tiba-tiba Aan meminta proses transfer ditunda. Mufid pun marah dan mempertanyakan kambing-kambing tersebut milik siapa. Khawatir terjadi penipuan, Mufid membawa Aan ke Polsek Wagir. Di kantor polisi itulah diketahui bahwa kambing-kambing itu milik Aan yang hendak dibeli Udin dengan harga Rp 47,6 juta. Namun Aan belum menerima uang sepeser pun dari Udin.

Akhirnya Mufid menyadari bahwa dia dan Aan adalah korban penipuan. Belakangan diketahui bahwa Udin yang mengaku berasal dari Probolinggo menggunakan identitas palsu. Nama aslinya adalah Rifa Ilham Hidayatul asal Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung.

Baca Juga:  GTT Bejat asal Singosari Dihukum 20 Tahun

Transfer uang Rp 15 juta itu juga bukan ke rekening atas nama Udin. Melainkan ke rekening seorang perempuan yang setelah dilacak berasal dari Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.

Tak seperti penipu lain yang selalu menyembunyikan wajahnya, Udin atau Rifa justru berani menampakkan muka. ”Kalau saya video call itu dia angkat,” ucap dia.

Melalui sharing kisah di Facebook, Udin akhirnya mengetahui korban penipuan semacam itu bukan dia sendiri. Ada korban-korban lain dari Kabupaten Malang, Kediri, Jombang, Gresik, Pasuruan, Klaten (Jawa Tengah) dan lain sebagainya.

Rifa juga memalsukan foto KTP untuk mengelabui para korban. Modus itu dilakukan karena dalam jual beli tersebut dilakukan tukar foto KTP agar bisa saling percaya. ”Ada korban yang bilang bahwa Udin (Rifa) itu tinggal di Tebo. Saat saya tanya, korban itu menunjukkan foto KTP milik saya, tapi wajahnya diedit atau diganti Udin,” imbuh Mufid.

Dia juga menganggap persoalan dengan Aan selesai. Itu setelah Aan memberikan satu ekor kambing miliknya sebagai tanggung jawab karena mengizinkan transfer uang ke Udin untuk pembayaran kambing. (biy/fat)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/