25.9 C
Malang
Rabu, Februari 28, 2024

Mafia Solar di Pasuruan Timbun 166 Ton BBM

 

PASURUAN – Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Mabes POLRI, dan Polda Jatim mengungkap praktik mafia solar di Pasuruan. Pelaku sejumlah 3 orang.

 

Pelaku utama yaitu inisial AW sebagai pemilik modal. Penimbunan BBM bersubsidi sejumlah 166 ton.

Praktif mafia solar di Pasuruan pakai modus operandi khusus. Pelaku menyiapkan banyak kendaraan.

Kendaraan-kendaraan itu membeli BBM subsidi di SPBU. Kemudian, pelaku menguras tangki kendaraan dan menimbunnya.

Setelah itu, pelaku menjualnya ke industri dengan harga yang lebih murah dari solar non subsidi.

Direktur Tipidter Bareskrim Mabes POLRI Brigjen Pol Hersadwi Rusdiyono membenarkan. Dia juga menegaskannya kepada jurnalis di gudang penyimpanan BBM tempat kejadian perkara, Jalan Yos Sudarso Pasuruan Jawa Timur Selasa (11/7) siang.

Pengungkapan berawal dari tim Pertamina. Selanjutnya, Tim Gabungan Mabes Polri, Polda Jatim dan Pertamina menyelidiki dan mengembangkan kasus mafia solar Pasuruan tersebut.

Baca Juga:  Di Malang, Tiap Hari Ada 1-2 Kasus Kecelakaan

Tersangka AW mengakui telah melakukan penyalahgunaan solar subsidi tersebut sejak 2016. Namun sempat berhenti menjadi usaha kayu kemudian lanjut kembali di tahun 2021.

“Sementara kami amankan 3 tersangka. Perannya masing-masing sebagai pemodal, manager keuangan dan supir truk,“ ujarnya dalam keterangan tertulis kepada Radar Malang.

Apresiasi dari Pertamina

Executive GM Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Dwi Puja Ariestya mengapresiasi POLRI dalam pengungkapan kasus ini.

“Pertamina Patra Niaga berupaya maksimal memberantas mafia solar. Baik di level lembaga, penyalur maupun bekerjasama dengan aparat penegak hukum dalam melakukan pengungkapan kasus,” ujar Ari sapaannya.

Pertamina mengembangkan sistem IT untuk meminimalisir praktek penyalahgunaan distribusi BBM di level suplier.

Baca Juga:  Teknisi Bawa Kabur Sound System Rp 80 Juta

Terutama, sektor solar yang rawan penyelewengan. Distribusi ke sektor Industri sudah berlaku sistem transaksi QR Code.

“Barang bukti berupa nopol dan QR Code yang digunakan untuk kasus ini sudah kami blok secara sistem. QR Code dan nopol tersebut sudah tidak bisa lagi bertransaksi solar,“ tambah Ari.

Kasus ini, sebenarnya tidak hanya merugikan masyarakat tetapi juga negara. “Kami akan support proses hukum yang sedang berjalan. Apabila terdapat oknum di SPBU yang terlibat kami akan memberikan sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku,” tambahnya.

“Kami juga menghimbau agar konsumen tidak menyalahgunakan BBM bersubsidi karena sanksi pidana yang berat akan menanti,” pungkas Ari.(fin)

 

PASURUAN – Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Mabes POLRI, dan Polda Jatim mengungkap praktik mafia solar di Pasuruan. Pelaku sejumlah 3 orang.

 

Pelaku utama yaitu inisial AW sebagai pemilik modal. Penimbunan BBM bersubsidi sejumlah 166 ton.

Praktif mafia solar di Pasuruan pakai modus operandi khusus. Pelaku menyiapkan banyak kendaraan.

Kendaraan-kendaraan itu membeli BBM subsidi di SPBU. Kemudian, pelaku menguras tangki kendaraan dan menimbunnya.

Setelah itu, pelaku menjualnya ke industri dengan harga yang lebih murah dari solar non subsidi.

Direktur Tipidter Bareskrim Mabes POLRI Brigjen Pol Hersadwi Rusdiyono membenarkan. Dia juga menegaskannya kepada jurnalis di gudang penyimpanan BBM tempat kejadian perkara, Jalan Yos Sudarso Pasuruan Jawa Timur Selasa (11/7) siang.

Pengungkapan berawal dari tim Pertamina. Selanjutnya, Tim Gabungan Mabes Polri, Polda Jatim dan Pertamina menyelidiki dan mengembangkan kasus mafia solar Pasuruan tersebut.

Baca Juga:  Tujuh Bulan, 18 Nyawa Melayang di Jalanan

Tersangka AW mengakui telah melakukan penyalahgunaan solar subsidi tersebut sejak 2016. Namun sempat berhenti menjadi usaha kayu kemudian lanjut kembali di tahun 2021.

“Sementara kami amankan 3 tersangka. Perannya masing-masing sebagai pemodal, manager keuangan dan supir truk,“ ujarnya dalam keterangan tertulis kepada Radar Malang.

Apresiasi dari Pertamina

Executive GM Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Dwi Puja Ariestya mengapresiasi POLRI dalam pengungkapan kasus ini.

“Pertamina Patra Niaga berupaya maksimal memberantas mafia solar. Baik di level lembaga, penyalur maupun bekerjasama dengan aparat penegak hukum dalam melakukan pengungkapan kasus,” ujar Ari sapaannya.

Pertamina mengembangkan sistem IT untuk meminimalisir praktek penyalahgunaan distribusi BBM di level suplier.

Baca Juga:  Kasus Penembakan di ATM Bank Mandiri, Polisi Dapat Petunjuk Baru

Terutama, sektor solar yang rawan penyelewengan. Distribusi ke sektor Industri sudah berlaku sistem transaksi QR Code.

“Barang bukti berupa nopol dan QR Code yang digunakan untuk kasus ini sudah kami blok secara sistem. QR Code dan nopol tersebut sudah tidak bisa lagi bertransaksi solar,“ tambah Ari.

Kasus ini, sebenarnya tidak hanya merugikan masyarakat tetapi juga negara. “Kami akan support proses hukum yang sedang berjalan. Apabila terdapat oknum di SPBU yang terlibat kami akan memberikan sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku,” tambahnya.

“Kami juga menghimbau agar konsumen tidak menyalahgunakan BBM bersubsidi karena sanksi pidana yang berat akan menanti,” pungkas Ari.(fin)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/