30.9 C
Malang
Jumat, April 5, 2024

Video WA Korban Begal di Pantai Ngudel Malang Viral, Polisi : Hoaks

 

MALANG KABUPATEN – Sebuah video WhatsApp (WA) menyebut adanya seorang korban begal bersimbah darah di pantai Ngudel Kabupaten Malang. Kepolisian Resor Malang, Polda Jatim, memastikan pesan berantai yang tersebar adalah kabar hoaks atau tidak benar.

Seperti diketahui, pesan berantai melalui aplikasi pesan singkat WA ini beredar Kamis (4/5). Dalam pesan berantai tersebut disebutkan jika pria yang mengenakan kemeja putih itu merupakan korban begak dan dibacok di daerah Pantai Ngudel, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang.

Disebutkan pula, korban merupakan pengemudi ojek daring yang motor dan barang-barang berharganya telah dirampas pelaku begal. Pesan berantai itu memiliki tanda lokasi dan tulisan Pantai Ngudel serta menarasikan bahwa daerah tersebut merupakan rawan begal dan kejahatan lainnya.

Baca Juga:  Mayat Perempuan Mengapung di Kedungkandang

Kapolres Malang AKBP Putu Kholis Aryana melalui Kasi Humas Iptu Ahmad Taufik mengatakan, narasi dalam pesan berantai yang beredar tersebut tidak benar. Dia sudah menurunkan personel untuk memeriksa kebenarannya dan memastikan bahwa pesan WA tersebut adalah hoaks.

“Hoax, informasi itu tidak benar. Begitu mendapatkan pesan berantai itu, kami langsung turunkan personel untuk mengecek langsung di lokasi. Tidak ada kejadian seperti itu di Pantai Ngudel, Kabupaten Malang,” kata Taufik, Jumat (5/5).

Taufik menjelaskan, bahwa informasi penganiayaan ini dijadikan bahan hoaks oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Kepolisian juga sudah berkoordinasi dengan petugas SAR dan pengelola wisata Pantai Ngudel termasuk Pemerintah Desa Sindurejo, Kecamatan Gedangan, dan memastikan jika kabar berita tersebut adalah tidak benar.

Baca Juga:  Tahun Ini, Pemkab Malang Tambah 2081 Guru

Mantan Kanit Turjawali Polres Malang ini menyebut, pihaknya akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait pelaku yang pertama kali membuat dan mengunggah berita bohong tersebut. Menurutnya, siapapun yang membuat berita hoax bertujuan untuk menyebar ketakutan kepada masyarakat yang akan berdampak kepada isu-isu sosial lainnya.

“Masih didalami, terkait siapa yang mengunggah berita hoaks tersebut,” ujarnya.(*/fin)

 

MALANG KABUPATEN – Sebuah video WhatsApp (WA) menyebut adanya seorang korban begal bersimbah darah di pantai Ngudel Kabupaten Malang. Kepolisian Resor Malang, Polda Jatim, memastikan pesan berantai yang tersebar adalah kabar hoaks atau tidak benar.

Seperti diketahui, pesan berantai melalui aplikasi pesan singkat WA ini beredar Kamis (4/5). Dalam pesan berantai tersebut disebutkan jika pria yang mengenakan kemeja putih itu merupakan korban begak dan dibacok di daerah Pantai Ngudel, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang.

Disebutkan pula, korban merupakan pengemudi ojek daring yang motor dan barang-barang berharganya telah dirampas pelaku begal. Pesan berantai itu memiliki tanda lokasi dan tulisan Pantai Ngudel serta menarasikan bahwa daerah tersebut merupakan rawan begal dan kejahatan lainnya.

Baca Juga:  Wahyu Kenzo Terjerat Kasus Robot Trading ATG, Hari Ini Dirilis Polda Jatim

Kapolres Malang AKBP Putu Kholis Aryana melalui Kasi Humas Iptu Ahmad Taufik mengatakan, narasi dalam pesan berantai yang beredar tersebut tidak benar. Dia sudah menurunkan personel untuk memeriksa kebenarannya dan memastikan bahwa pesan WA tersebut adalah hoaks.

“Hoax, informasi itu tidak benar. Begitu mendapatkan pesan berantai itu, kami langsung turunkan personel untuk mengecek langsung di lokasi. Tidak ada kejadian seperti itu di Pantai Ngudel, Kabupaten Malang,” kata Taufik, Jumat (5/5).

Taufik menjelaskan, bahwa informasi penganiayaan ini dijadikan bahan hoaks oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Kepolisian juga sudah berkoordinasi dengan petugas SAR dan pengelola wisata Pantai Ngudel termasuk Pemerintah Desa Sindurejo, Kecamatan Gedangan, dan memastikan jika kabar berita tersebut adalah tidak benar.

Baca Juga:  Pengirim Sabu-Sabu ke Dalam Lapas Mengaku Diperintah Napi

Mantan Kanit Turjawali Polres Malang ini menyebut, pihaknya akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait pelaku yang pertama kali membuat dan mengunggah berita bohong tersebut. Menurutnya, siapapun yang membuat berita hoax bertujuan untuk menyebar ketakutan kepada masyarakat yang akan berdampak kepada isu-isu sosial lainnya.

“Masih didalami, terkait siapa yang mengunggah berita hoaks tersebut,” ujarnya.(*/fin)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/