Krematorium Murah Milik Pemkot Surabaya Dioperasikan

JawaPos.com – Krematorium milik Pemkot Surabaya sudah aktif difungsikan. Sejak dibuka Juni, setiap minggu sedikitnya ada lima proses kremasi yang dilakukan. Sarana itu disebut lebih murah daripada jasa pengabuan yang dikelola swasta.

Krematorium tersebut ada di kompleks Taman Pemakaman Umum (TPU) Keputih dengan tiga ruang pembakaran. Lokasinya berada di sisi utara kompleks makam. Fasilitasnya juga sudah lengkap, terdapat pendapa sebagai tempat upacara keagamaan dan pura.

Sarana itu merupakan yang pertama dikelola pemkot. Diharapkan, alat pengabuan yang murah bagi warga Surabaya bisa tersedia. ”Ada tiga tungku yang disediakan. Semua pakai bahan bakar dexlite,” tutur Kepala UPT Makam Surabaya Aswin Agung.

Aswin menambahkan, tarif retribusi sudah diatur dalam Perda Nomor 7 Tahun 2012. Yakni, tarif pengabuan berdasar ketebalan tiap peti.



Peti mati model partikel, misalnya, dikenai retribusi Rp 500 ribu. Peti mati kayu dengan tebal 2 sentimeter dikenai Rp 1,25 juta. Paling mahal, peti dengan ketebalan 6 sentimeter dengan tarif Rp 3 juta.

Soal penggunaan fasilitas itu, sosialisasi terus dilakukan kepada masyarakat. Baik melalui forum keagamaan maupun perangkat wilayah. ”Saat ada agenda pertemuan hingga acara yang melibatkan warga, kami pasti selipkan informasi itu,” ujarnya.

Meski satu lokasi, untuk sementara waktu, akses menuju lokasi tersebut masih terpisah dengan akses ke TPU Keputih. Jalannya berada di utara Liponsos Keputih. Aswin mengatakan, ada tanah yang belum dibebaskan di area itu. ”Ke depan kami bebaskan sebagai perluasan makam dan pembuatan akses penghubung. Penlok (penetapan lokasi, Red) juga sudah ada,” katanya.