Kreatif, Mahasiswa di Malang Ini Bikin Terobosan ‘Loakin.Go’ untuk Jual Beli Kertas Rongsokan

KOTA MALANG – Bisnis loak mungkin dulu dianggap sebagai bisnis kacangan dan kurang punya prospek, namun di tangan Muhamad Ali Dofir dan Elok Fitriani, bisnis ini bisa diubah menjadi bisnis dengan total omzet Rp 20 hingga Rp 25 juta per bulan dengan pendekatan aplikasi kekinian.

Bisnis loak miliknya itu kini dinamakan Loakin Go. Awalnya, bisnis ini bermula dari ketidaksengajaan membantu teman yang memiliki banyak kertas bekas sisa laporan praktikum ke pengepul kertas di Kota Malang.

“Saya ingat dulu Cuma bawa dua kresek ukuran besar lalu mendapatkan hasil penjualan lebih dari Rp 50.000, saya kaget padahal cuma bawa dua kresek tapi hasilnya lumayan,” kenang pria yang akrab disapa Dofir ini.

Pria lulusan SMA yang sekarang masih menempuh kuliah Jurusan Manajemen Sumberdaya Perairan di Universitas Brawijaya (UB) ini mengaku mulai membuka bisnisnya pada Tahun 2017 dengan nama Loakin Go dan mulai menawarkannya melalui berbagai sosial media, seperti Instagram, Facebook, Line.



Ia juga mengaku sempat menjual kertas-kertas bekas miliknya sendiri dan mendapat uang hasil penualan sekitar Rp 200.000. “Dari situlah insting dagang saya muncul, saya cuma menawarkan jasa ini ke teman-teman kosan dengan bermodal uang sekitar Rp 100.000 dan menggunakan kamar kosan sebagai gudang,” paparnya.

Dirasa sukses, ia mencoba membuat website, menyewa kios untuk gudang barang-barang yang masuk. “Jujur sejak kelas 2 SD saya sudah biasa mengumpulkan barang-barang rongsok, bahkan bisa dibilang di kampung saya di Lumajang banyak pencari barang rongsok yang saya beli dan dijual ke pengepul besar,” tutup Dofir.

Pengalaman-pengalaman inilah yang menjadi alasan kenapa start up Loakin Go ada hingga kini punya 4 cabang di Kota Malang yakni di Merjosari, Lowokwaru, Gadang, Wagir, dan Sawojajar. Ketika mendatangi salah satunya di perempatan Gadang, radarmalang.id juga menemui masyarakat yang sengaja datang untuk meloak barangnya.

Intinya, ia ingin memudahkan dan mendekatkan menjual sampah untuk didaur ulang bagi masyarakat. Jam buka gerainya sendiri mulai Senin sampai Minggu, mulai 8 hingga 4 sore.

Pewarta: Elfran Vido
Penyunting: Kholid Amrullah
Foto: Elfran Vido