KPU: Tidak Ada Penggelembungan Surat Suara

KEPANJEN – Sehari sebelum Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malang bergerak menuntaskan satu tanggungannya. Yakni, memusnahkan surat suara yang rusak. Dari rekapitulasi mereka, tercatat ada 8.929 surat suara yang dimusnahkan kemarin (26/6). Pemusnahan itu turut disaksikan beberapa pihak.

Dari pantauan koran ini, turut hadir Wakapolres Malang Kompol Decky Hermansyah dan Kepala Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen Saut Maruli Tua Pasaribu.

”Ada beberapa jenis surat suara yang rusak. Kami musnahkan untuk menghindari kecurangan sehingga pelaksanaan pilgub bisa berjalan lancar,” terang Ketua KPU Kabupaten Malang Santoko.

Ada beberapa jenis kerusakan surat suara. Di antaranya, potongan surat suara yang tidak rata di sisi kanan-kirinya hingga tinta yang meluber ke beberapa bagian.


”Kami sudah menyeleksi semua surat suara untuk didistribusikan. Semua logistik juga sudah aman,” imbuh Santoko.

Di sisi lain, KPU Kabupaten Malang juga menerjunkan tim khusus untuk memperlancar jalannya pilgub. Mereka bertugas memantau semua tempat pemungutan suara (TPS).

”Kalau untuk TPS, kami sudah memantaunya. Tempatnya wajib ramah untuk penyandang disabilitas. Tidak boleh tempatnya terlalu tinggi, harus mudah diakses juga,” jelas dia.

”Dari 4 ribu lebih TPS yang ada, sudah dipastikan tidak ada kendala. Jadi, pemungutan suara (hari ini) bisa berjalan dengan lancar,” tambah dia. Dengan memusnahkan surat suara yang rusak, KPU berharap tidak ada kabar penggelembungan surat suara.

Pewarta: Hafis Iqbal
Penyunting: Bayu Mulya
Copy Editor: Dwi Lindawati
Foto: Hafis Iqbal