KPU Tegal Sebut 29 Persen Golput Karena Banyak Pengusaha Warteg

Ketua KPU Tegal

JawaPos.com – Tingkat partisipasi pemilih dalam sebuah pemilu kerap menjadi masalah. Sebab dari tahun ke tahun angka golput atau kelompok yang tidak menyalurkan angkanya masih tinggi. Hal itu terjadi pula di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tegal, Agus Wijonarko mengatakan, dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 198.535, angka golput di Tegal hampir mencapai 30 persen.

“Ada 198.535 DPT di 420 TPS. Tingkat partisipasi sebesar 71,5 persen dihitung cepat. Ada kenaikan dari Pilwakot lalu di 60 sekian persen. Golput berarti sekitar 29 persen,” ujar Agus di Kantor KPuD Tegal, Jawa Tengah, Sabtu (30/6).

Meski angka golput itu terbilang besar, namun pada faktanya angka tersebut menurun jika dibandingkan dengan pemilu sebelumnya. Sebab di pilwakot lalu angka partisipasi hanya sekitar 60 persen dan golputnya hampir 40 persen.



Lebih lanjut Agus mengatakan penyebab tingginya angka golput karena banyak warganya yang telah kembali ke kota rantau, karena mayoritas warga terutama di wilayah Margadana berprofesi sebagai pengusaha rumah makan.

“Saya kira unsur (tingginya golput) banyak, mungkin karena mereka sudah berada di luar kota. Di 4 kecamatan ini itu paling sedikit dari kecamatan Margadana karena di sana gudangnya (pengusaha) warteg jadi kebanyakan sudah pulang ke Jakarta, Bandung sebagainya,” terangnya.

Sementara itu meningkatnya partisipasi pemilih di Tegal diduga terjadi karena sebagian masyarakatnya yang berprofesi sebagai nelayan belum melaut, sehingga dapat datang ke TPS saat haru pencoblosan.

Selain itu banyaknya paslon yang bertarung di pilkada Tegal sebanyak 5 paslon juga memberikan dampak tersendiri. Sebab mereka berlomba-lomba mengajak masyarakat untuk melakukan pencoblosan.

“Kita pantau kenapa meningkat karena masih banyak nelayan oleh majikannya tidak diperbolehkan melaut. Ini satu sisi positif makanya meningkat di Tegal Barat,” imbuh Agus.

“Faktor lainnya karena mungkin calonnya 5 mereka saling mengajak pemilih, mudah-mudahan juga karena kesadaran pemilih datang ke TPS,” tukasnya.

(sat/JPC)